3 Keputusan Bank Sentral Minggu Ini yang Akan Pengaruhi Forex Online Trading

3 Keputusan Bank Sentral Minggu Ini yang Akan Pengaruhi Forex Online Trading
Tue, 02 02 2016
Bagikan :

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, minggu terakhir bulan Januari 2016 ini akan diwarnai dengan pengumuman kebijakan moneter dari tiga bank sentral dunia yaitu FOMC, RBNZ, dan BOC. Berikut ini adalah perkiraan yang lebih rinci akan keputusan dari ketiganya yang akan memberi pengaruh terhadap forex online trading.

Pernyataan FOMC (27 Januari 2016)

Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System, Janet Yellen, dan para anggota pembuat kebijakan dari FOMC kali ini tidak akan ”senyaring” membuat pernyataan seperti sebelumnya. Seperti yang sudah diketahui, FOMC memutuskan menaikkan suku bunga pada Desember tahun lalu dan menjadi bank sentral pertama yang melakukannya setelah sekian lama.

Sebulan kemudian, risiko negatif inflasi pun membalas dan perekonomian global menghadapi prospek pertumbuhan yang lebih lemah. Dengan kondisi tersebut, para pejabat The Fed tetap bertahan dengan bias hawkish kali ini, mungkin sebagai pernyataan kembali bahwa mereka akan mengambil langkah secara bertahap jika sudah saatnya mengencangkan kebijakan moneter. Lagipula, risalah pertemuan mereka Desember lalu telah mengindikasikan bahwa tren inflasi akan berada di depan dan pusat pengambilan keputusan The Fed mulai dari sekarang.

Namun perlu diingat bagaimanapun juga bahwa penyataan mengenai suku bunga ini tidak akan diikuti dengan konferensi pers sehingga para analis forex tidak akan melihat adanya banyak keriuhan. Sejalan dengan ini, para anggota FOMC akan menahan diri membuat pernyataan resmi yang membuat perubahan besar untuk menghindari kekacauan pasar. Jadi mari kita pikirkan, apresiasi dolar yang lebih kuat terhadap arus risk-off dapat mengakibatkan tekanan bawah atas inflasi sehingga The Fed ingin menghindarinya.

Pernyataan Suku Bunga RBNZ (27 Januari 2016)

Sesaat setelah keputusan The Fed, giliran RBNZ akan mengeluarkan pernyataan. Sampai saat ini, tak banyak perubahan moneter yang diharapkan karena Gubernur RBNZ, Graeme Wheeler, ingin mengumumkan bahwa suku bunga akan tetap dipertahankan di posisi 2,50%.

Belakangan, kondisi perekonomian New Zealand tak terlihat terlalu menyenangkan semenjak susunan data inflasi kuartal terakhir mengindikasikan penurunan harga yang tajam hingga 0,5%. Usaha mengembalikan kejayaan sektor produk susu New Zealand nampaknya semakin berat karena lelang Global Dairy Trade (GDT) menunjukkan penurunan harga yang berurutan. Ditambah lagi perlambatan ekonomi Tiongkok juga akan menurunkan permintaannya.

Namun, sama halnya seperti di Kanada, penurunan nilai mata uang lokal sebenarnya mendukung level harga lokal karena membuat harga impor barang menjadi lebih mahal. Lagipula, RBNZ telah memotong suku bunga sebesar 0,25% pada keputusan kebijakan sebelumnya namun mengisyaratkan harapan yang lebih positif tahun ini.

Keputusan Kebijakan Moneter BOJ (29 Januari 2016)

Dan yang terakhir adalah BOJ yang diperkirakan akan mengumumkan kebijakan moneternya pada sesi perdagangan Asia Jumat, 29 Januari 2016 ini. Saat ini para pembuat kebijakan di BOJ cukup keras kepala untuk membuat penyesuaian program stimulus mereka di masa lalu, dengan bersikeras bahwa perekonomian Jepang akan ulet dan bertahan serta menganggap inflasi akan segera sampai pada targetnya.

Pada wawancara ketika berlangsungnya World Economic Forum di Davos, Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, tetap diam saat ditanya mengenai apakah akan ada kelonggaran moneter dan bahkan mengekspresikan keyakinan bahwa Jepang akan mampu melalui jatuhnya harga minyak saat ini. Namun, manajer kepala BOJ mencatat bahwa ada beberapa cara berbeda untuk meningkatkan upaya pelonggaran mereka jika tren inflasi dipandang tidak terlalu baik.

Para pedagang yen nampaknya harus menunggu sampai menit terakhir untuk melihat bagaimana level harga berjalan baik karena pihak Jepang baru akan mencetak teks consumer price index (CPI) sebelum keputusan kebijakan BOJ. Hasil yang lemah akan memperkuat kemungkinan mendengar pidato yang dovish, terutama sejak yen yang menguat dan jatuhnya harga komoditas akan terus menutup inflasi. Namun sepertinya keputusan ini terlalu dekat dengan bahayanya, karena meningkatnya pembicaraan naiknya upah dan kondisi buruh dapat makin membuat para pembuat kebijakan tak akan berbuat apa-apa.

Perkiraan Reaksi Forex

Dengan melihat kondisi pasar keuangan dan ekonomi global jatuh pada permulaan yang berat tahun ini, para pejabat bank sentral sangat ingin mencegah volatilitas tambahan dan mencoba mengembalikan ketenangan. Para pembuat kebijakan sebenarnya mengetahui risiko ekonomi saat ini tapi sepertinya tak ingin membuat perubahan nyata apapun, bahkan mungkin malah berusaha meyakinkan para investor bahwa nantinya keadaan akan berubah membaik.

Bagaimanapun juga, kondisi volatilitas dapat tetap terjadi tepat pada sebelum, selama, dan setelah dikeluarkannya keputusan, jadi pastikan Anda bersiap membuat penyesuaian pada posisi buka Anda. Jika Anda tak ingin terkena dampak risiko tambahan ini, tak perlu malu untuk duduk manis di tepi sambil melihat bagaimana pergerakan harga akan terungkap.

Kembali ke daftar berita
Monex Investindo Futures
Live Account
  
Demo Account