3 Parameter Terbaik untuk Strategi Trading Forex Minggu Ini

3 Parameter Terbaik untuk Strategi Trading Forex Minggu Ini
Tue, 02 02 2016
Bagikan :

Peristiwa aksi terorisme di Jalan Thamrin Jakarta yang lalu memang sedikit memengaruhi nilai rupiah atas dolar. Namun semoga Anda tidak terlena dengan hanya memperhatikan faktor internal saja dalam menentukan strategi trading forex.

Minggu yang lalu kita melihat forex dalam kondisi rally meski berada dalam bayangan risiko. Apakah kita sudah melihat dasar investasi yang lebih ramah risiko atau hanya sekedar pulih sementara setelah penurunan harga akibat para investor memilih posisi buy sebagai antisipasi kerugian?

Mari kita  perhatikan tiga faktor terbaik untuk strategi trading forex agar valuta asing peraih hasil tinggi bisa kembali dalam posisi bearish.

Bagaimana Kondisi Oversupply Minyak Dunia?

Si emas hitam alias minyak mentah berhasil meraih gainer terbesar minggu yang lalu setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 17% selama bulan Januari ini. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) alias Texas light sweet mengakhiri minggu lalu dengan kenaikan 9,41% harga sementara harga Brent light crude oil (LCO) meraih hasil 12,71%. Masalahnya, minyak dunia dalam kondisi oversupply dan lesunya penjualan minyak mentah masih belum terlihat berhenti.

Baru-baru ini Menteri Perminyakan Iran, Bijan Namdar Zangeneh, menyatakan bahwa Iran akan mampu menjual lima ratus ribu barel minyak per hari dan bahkan akan terus berusaha meningkatkan penjualan hingga satu juta barel minyak per hari pada akhir tahun 2016 ini. Pernyataan tersebut akan semakin memperparah kondisi oversupply minyak dunia. Padahal International Energy Agency (IEA) dan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) telah menurunkan perkiraan permintaan minyak mentah mereka untuk tahun 2016 ini. Kondisi ini akan semakin berat dengan masih lambatnya perekonomian Tiongkok yang memengaruhi aktivitas pasar global sehingga akan menurunkan permintaan beragam komoditas.

Apakah Keputusan Kebijakan Moneter Minggu ini Longgar?

Seperti yang sudah kita ketahui, minggu lalu Bank of China (BOC) dan European Central Bank (ECB) menyatakan kekhawatiran akan munculnya inflasi. Dan dengan melihat kenyataan masih rendahnya harga minyak dunia, maka sepertinya sudah bisa diperkirakan bahwa pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC/The Fed), Bank of Japan (BOJ), dan Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) juga akan membahas mengenai harga-harga konsumen juga.

The Fed diperkirakan tidak akan banyak mengubah kebijakannya meski semua orang akan tetap menunggu apakah mereka akan menunda rencana kenaikan suku bunga akibat inflasi yang lemah. Namun apapun hasilnya, hari Jumat, 22 Januari 2016 yang lalu, headline dan core dari indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat meleset perkiraannya.

RBNZ juga diperkirakan tetap akan berpegang pada kebijakan moneter sebelumnya setelah sebelumnya memotong suku bunganya bulan lalu. Meski demikian, para pedagang pasar masih menunggu jika ada suatu perubahan dalam bias kebijakan RBNZ sejak harga minyak dan produk susu telah jatuh dengan siginifikan sejak pertemuan terakhir RBNZ.

Dan yang terakhir adalah hasil keputusan kebijakan moneter BOJ, apakah akan melakukan tekanan atau menambah stimulus perekonomian. Meski hingga saat ini para pemain pasar bereaksi positif atas anggapan BOJ akan memberi stimulus, namun apapun keputusan FOMC, RBNZ, dan BOJ yang mengarah pada kebijakan kompromi untuk menghindari konflik tetap akan menyeret sentimen risiko.

Apakah Rally Forex Minggu Lalu Koreksi atas Tren Jangka Panjang?

Para pelaku pasar sependapat bahwa rally forex minggu lalu merupakan koreksi atas tren jangka panjang yang sudah ada sebelumnya. Kombinasi kondisi pasar Tiongkok yang lesu, spekulasi stimulus keuangan dari ECB, dan turunnya harga minyak dunia merupakan kondisi yang baik untuk mengambil keuntungan dengan short trade.

Secara mendasar, tidak ada perubahan berarti pada motif pasar yang sudah ada. Bank-bank sentral utama masih berjuang untuk merangsang aktivitas perekonomian sementara Tiongkok masih menghadapi perlambatan ekonomi sehingga memengaruhi permintaan pasar secara global. Tak akan butuh waktu lama bagi para trader untuk kembali ke keputusan sell jika laporan mengecewakan seperti 'Purchasing Managers' Index (PMI) zona euro dan penjualan ritel Inggris seperti yang terjadi pada Jumat, 22 Januari 2016, lalu, masih saja menghiasi berita pasar.

Kembali ke daftar berita
Monex Investindo Futures
Live Account
  
Demo Account