Hanya Turun 0,2%, Trading Emas Online Diperkirakan Akan Meningkat

Hanya Turun 0,2%, Trading Emas Online Diperkirakan Akan Meningkat
Tue, 02 02 2016
Bagikan :

Hari Rabu, 27 Januari 2016 yang lalu, permintaan emas dunia meningkat hingga mencapai titik tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Emas mencapai harga USD1.128,16 per ounce (28,35 gram) pada Rabu, 27 Januari 2016 yang lalu. Harga tersebut tercatat merupakan tertinggi sejak awal November tahun lalu. Trading emas online mengalami peningkatan signifikan.

Para investor rupanya mencari safe haven karena was-was menunggu putusan suku bunga bank sentral The Federal Reserve AS. Lesunya perekonomian Cina dan harga minyak mentah dunia yang turun sementara kondisinya oversupply juga memengaruhi naiknya permintaan akan emas.

Meski demikian rally emas ke level tertinggi dalam tiga bulan tersebut harus menurun 0,2% ke titik USD1.122,32 per ounce (28,35 gram) pada Kamis siang, 28 Januari 2016 yang lalu. Para pengamat memperkirakan setelah rally naik, terjadi aksi sell-off yang sedikit menurunkan harga emas. Namun diperkirakan emas akan kembali berjaya menyusul datangnya perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh tanggal 8 Februari 2016 nanti. Bullion tetap berada dalam posisi meningkat 6% awal tahun 2016 ini karena volatilitas ekuitas telah meningkatkan permintaan akan safe haven seperti emas.

Meski para pembuat keputusan The Fed masih mempertahankan kebijakan suku bunganya dan berharap adanya kenaikan biaya pinjaman secara bertahap, kontrak berjangka dana The Fed menunjukkan adanya harapan kenaikan besaran pinjaman hingga 21% pada Maret 2016 nanti. Jumlah tersebut lebih rendah dari perkiraan hari Selasa, 26 Januari 2016 yang lalu yaitu sebesar 25%. Para pejabat The Fed akan memonitor dengan ketat bagaimana respon perekonomian dan pasar global berdampak pada keputusan suku bunga mereka.

Namun para pelaku pasar masih berharap The Fed lebih dovish daripada hawkish. Kekuatiran para pelaku pasar menunggu keputusan The Fed masih tetap ada sehingga membuat harga emas diperkirakan akan naik kembali. Rabu, 27 Januari 2016 lalu, merupakan puncak dari aksi para investor melakukan back-up dengan pembelian emas selama delapan hari berturut-turut hingga menjadi aksi pembelian emas terpanjang tahun ini. Aset emas langsung melambung naik sebesar 1.513 metrik ton atau tertinggi sejak 5 November tahun lalu.

 Sementara itu, menurut sumber dari bank multinasional Inggris, Barclays Plc., Tiongkok akan meningkatkan pembelian bullion tahun ini sebagai langkah diversifikasi simpanannya. Jumlah yang diperkirakan Barclays adalah sebesar 200 metrik ton emas. Selama 2016 ini saja, jumlah pembelian emas oleh bank sentral Tiongkok yaitu People's Bank of China mencapai angka rata-rata 17,9 ton emas per bulan atau jika terus stabil maka akan mencapai total 215 ton emas hingga akhir tahun ini. Angka tersebut dinggap sangat fantastis mengingat simpanan forex total Tiongkok tercatat mengalami penurunan yang besar.

Di komoditas logam mulia lainnya, perak spot turun 0,1%, sedangkan platinum turun 0,4%, dan paladium juga jatuh 0,2%. Melihat perkembangan pasar emas yang masih cerah tersebut, trading emas online diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan baik dalam perdagangan emas fisik maupun non fisik.

Kembali ke daftar berita
Monex Investindo Futures
Live Account
  
Demo Account