0800-11-66639     LOG IN
 
 
 
 
 
 
-article-04-risiko-kerugian1612233313.jpg

Risiko Kerugian: Dihindari atau Dikelola?

02 February 2021

Tidak ada orang yang mau rugi dalam hal apapun, termasuk dalam trading forex. Meski potensi high return membuat banyak orang tertarik, nyatanya faktor high risk juga membuat calon trader dan trader pemula mundur perlahan. Padahal, segala sesuatu pasti memiliki risiko, bukan? Sebagai trader forex, sikap apa yang perlu Anda miliki dalam menghadapi risiko kerugian?

   Rugi vs bangkrut

Ada beberapa jenis risiko yang harus Anda hadapi sebagai trader. Dua di antaranya adalah risiko kerugian dan risiko kebangkrutan. Apa bedanya rugi dan bangkrut? Dalam trading forex dan komoditas, rugi terjadi saat Anda menutup posisi buy pada level harga yang lebih rendah dari saat entry, atau menutup posisi sell di level harga yang lebih tinggi dari saat entry. Sehingga, jumlah saldo atau balance Anda pun berkurang. Sedangkan bangkrut terjadi jika Anda terus menerus mengalami rugi, sehingga Anda mendapat margin call, auto cut, bahkan sampai modal Anda habis.

Tentu Anda harus menghindari bangkrut, karena Anda tidak akan bisa lanjut trading jika kehabisan modal. Lalu, bagaimana dengan rugi? Haruskah Anda hindari juga?

   Menghindari vs mengelola kerugian

“Risiko terbesar adalah tidak berani mengambil risiko.” Rasanya ucapan Mark Zuckerberg ini harus didengar dan diingat baik-baik oleh semua trader, terutama yang masih pemula. Ini karena banyak trader pemula yang begitu takut pada risiko kerugian, sehingga berusaha menghindarinya sebisa mungkin. Jelas ini bukan awal yang baik untuk memulai bisnis trading, karena rasa takut yang berlebihan justru makin berisiko.

Misalnya, Anda melihat potensi profit di pasangan mata uang EURUSD. Namun, karena pergerakannya begitu volatil, Anda pun takut untuk membuka posisi. Akhirnya, dana Anda pun mengendap begitu saja di dalam akun, tidak berkurang dan tidak bertumbuh. Untuk apa?

Contoh lain misalnya Anda memasang Stop Loss dengan jarak hanya 10 pip dari level entry karena takut rugi terlalu banyak. Apa yang akan terjadi? Bukannya profit, posisi Anda malah rawan tertutup otomatis dalam keadaan rugi. Bandingkan dengan memasang Stop Loss dengan jarak 30 pip dari level entry. Jika Anda berani memasang jarak yang sedikit lebih jauh ini, berarti Anda memberi kesempatan harga untuk bisa berbalik ke arah yang Anda inginkan, sehingga kemungkinan posisi ditutup otomatis oleh Stop Loss pun lebih kecil.

Memasang batas risiko sekecil mungkin bukan berarti Anda terbebas dari risiko kerugian. Yang penting adalah mengelola risiko tersebut. Tentukan batas risiko yang tidak terlalu dekat dengan level entry, tapi juga tidak terlalu jauh supaya tidak memberatkan Anda. Untuk trader pemula, batas risiko yang disarankan adalah 1%-5% dari modal.

   Mengelola risiko kerugian dengan ukuran lot ideal

Jika Anda memiliki modal $1.000 (Rp 14.000.000) dengan batas risiko 3%, maka Anda bisa mentoleransi kerugian sebesar $30 per transaksi. Setelah menentukan batas risiko, Anda perlu menentukan level Stop Loss. Misalnya, Anda memasang Stop Loss 30 pip dari level entry untuk transaksi EURUSD.

Dari sini, Anda bisa menghitung ukuran lot yang ideal dengan rumus:

                                    Ukuran Lot Ideal = Batas Risiko ($) / Stop Loss ($)

Perlu diketahui bahwa pada 1 standard lot EURUSD, 1 pip bernilai $10. Sehingga 30 pip bernilai $300. Maka perhitungannya:

                                              Ukuran Lot Ideal = $30 / $300 = 0,1

Artinya, dengan modal $1.000, batas risiko 3%, dan Stop Loss berjarak 30 pip dari level entry, Anda dapat membuka 0,1 standard lot (1 mini lot). Ukuran ini cukup direkomendasikan untuk Anda yang masih pemula, agar terbiasa dengan ritme trading forex. Baca juga artikel ini untuk mengetahui perhitungan ukuran lot dengan lebih detail.

Selain mengelola kerugian, Anda pun perlu melindungi profit Anda, yaitu dengan fitur Take Profit. Gunakan Risk-to-Reward Ratio (RRR) untuk menentukan target profit Anda. Jika Stop Loss Anda 50 pip dan Anda menggunakan RRR 1:1, berarti jarak Take Profit Anda juga 50 pip dari level entry. Jika RRR Anda 1:2, maka Take Profit Anda berjarak 100 pip dari level entry. Baca artikel ini untuk mengenal lebih lanjut tentang RRR.

Kesimpulannya, risiko kerugian akan selalu ada dalam hal apapun, termasuk trading forex. Daripada berusaha mati-matian menghindari risiko tersebut karena tak mau rugi sepeser pun, lebih baik mulai beranikan diri Anda untuk menghadapi dan mengelola risiko kerugian dengan bijak, agar Anda dapat meraih potensi profit dua arah dari trading forex. Sudah siap untuk mencoba? Buka Akun Demo dan asah kemampuan trading Anda di kondisi pasar riil dengan dana virtual.

RELATED ARTICLES
-article-02-pola-pikir-trader-pro1606993113.jpg
Pelajari Pola Pikir Trader Profesional dalam Membuat Strategi Trading
03/12/2020 18:19
Benarkah trading forex hanya untuk orang-orang yang beruntung saja? Ubah cara pandang Anda terhadap trading forex agar dapat membuat strategi trading demi meraih potensi profit seperti trader profesional.
Selengkapnya
-article-02-kelola-risiko-trading1604993465.jpg
Kelola Risiko Trading dengan 3 Faktor Berikut
10/11/2020 14:35
Banyak trader pemula yang lebih mengutamakan strategi mencari profit, padahal manajemen risiko justru lebih penting. Pelajari 3 faktor penting berikut untuk mengelola risiko trading forex dan terapkan dalam trading plan Anda.
Selengkapnya
-article-06-dasar-risk-management1597838379.jpg
Dasar-Dasar Risk Management yang Wajib Diketahui Trader Pemula
27/08/2020 11:39
Jika Anda membaca beberapa artikel di MIFX Blog, Anda akan melihat bagaimana MIFX selalu menekankan pentingnya risk management, atau manajemen risiko. Sekarang, mari kita pelajari cara-cara...
Selengkapnya
-article-01-risk-to-reward-ratio1593504923.jpg
Atur Risiko Kerugianmu dengan Risk-to-Reward Ratio
02/07/2020 14:57
Analisis dan prediksi memang tidak bisa lepas dari trading. Tanpa analisis, risiko rugi tidak bisa dikontrol. Namun, analisis yang kita buat juga tidak selalu tepat, sehingga kadang kita mengalami kerugian.
Selengkapnya
RELATED ARTICLES
DISCLAIMER
Seluruh konten di dalam website ini bersifat informatif. PT. Monex Investindo Futures tidak menjamin kelengkapan dan akurasinya. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian, baik langsung maupun tidak langsung, akibat penggunaan informasi yang tersedia di website ini.
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
SOCIAL MEDIA
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Mohon menunggu, jangan tutup halaman ini