Call Center   0800-11-66639
   0800-11-66639         CLIENT AREA
Tingkat Keamanan Transaksi Bitcoin vs Forex

Tingkat Keamanan Transaksi Bitcoin vs Forex

19/06/2018 15:00

Secara mengejutkan, nilai Bitcoin turun hingga 10% hanya dalam 4 jam pada 10 Juni lalu. Konon, penurunan tersebut akibat bursa cryptocurrency Korea Selatan, Coinrail, mendapat serangan cyber atau diretas yang menyebabkan 30% ($37,2 juta) dari total nilai transaksi cryptocurrency raib.  

Sama-sama bertipe transaksi online, transaksi di pasar valuta asing atau Forex sering dibandingkan dengan perdagangan Bitcoin terkait tingkat keamanannya. Lalu amankah transaksi bitcoin? Bagaimana dengan forex? Berikut perbandingan tingkat keamanan transaksi Bitcoin dengan Forex:

Tingkat Keamanan Transaksi Bitcoin vs Forex

1. Tingkat Kerentanan Diretas

Sebenarnya sangat kecil kemungkinan jika transaksi forex diretas hingga menghilangkan dana nasabah. Segala bentuk transaksi mulai dari pengisian dana, transaksi, hingga penarikan dana nasabah dilindungi oleh otoritas sentral yaitu Bappebti.

Sifat bitcoin yang bukan merupakan mata uang negara manapun membuat seluruh transaksinya tercatat dalam sistem terdesentralisasi yang disebut blockchain. Sistem tersebut tidak dilindungi otoritas sentral manapun. Sebelum Conrail diretas, hal serupa menerpa salah satu mining exchange di Slovenia, NiceHash, yang kehilangan nilai bitcoin hampir $64 juta pada Desember 2017 lalu. 

2. Tempat Menyimpan

Bitcoin disimpan dalam bentuk digital disebut wallet file yang disimpan dalam hardware dengan risiko rentan rusak, terkena virus, hilang, diretas melalui malware, bahkan terhapus tanpa sengaja. Jika terjadi sesuatu dengan hardware karena human error, maka bitcoin berisiko hilang dan tidak bisa digunakan oleh pemiliknya.

Sementara forex, dana nasabah disimpan dalam rekening terpisah yang hanya digunakan untuk keperluan transaksi nasabah dan diawasi langsung oleh lembaga kliring dan Bappebti. Tujuannya menjaga dan menjamin keamanan dana nasabah agar tidak disalahgunakan, hilang, maupun terjadi kebangkrutan perusahaan.

3. Volatilitas

Tingkat Keamanan Transaksi Bitcoin vs Forex

Tingkat volatilitas pada bitcoin yang mencapai 10% - 15% sering didasari oleh "teori spekulasi", pasalnya faktor penggerak harga bitcoin cenderung sulit untuk dilacak. Ketika permintaan banyak, harga bitcoin berpotensi naik tajam, namun perlu diingat bahwa jumlah bitcoin yang terbatas dan maraknya peretasan, bisa langsung membalikan harga bitcoin untuk turun tajam.

Tingkat Keamanan Transaksi Bitcoin vs Forex

Sedangkan dalam pasar forex, volatilitas yang terjadi 0,5% - 1% dan selalu dipicu oleh faktor fundamental seperti kebijakan moneter bank sentral dan perekonomian dari suatu negara. Investor akan lebih mudah melihat potensi untung (dan rugi) dengan mengacu pada faktor penggerak yang dapat dianalisis dari mata uang negara tertentu. 


Perusahaan cybersecurity, Kaspersky Lab mengatakan, tahun 2018 diprediksi akan menjadi puncak tahun peretasan tertinggi. Meningkatnya nilai cryptocurrency dengan sistem transaksi yang tidak aman, akan mengilhami para penjahat dunia maya untuk mengambil keuntungan secara instan.

Bagi Anda yang tertarik pada trading forex secara gratis, Anda bisa mencoba fasilitas akun demo. Sedangkan bagi yang ingin meningkatkan kemampuan trading, bisa mempelajari ebook yang kami sediakan dengan mendaftar di sini. 

Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
 
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: No. 003/SPKK/ISI-MIF/V/2010
SOCIAL MEDIA
Our Facebook Our Instagram Our Twitter Our Youtube
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.