Call Center   0800-11-66639
   0800-11-66639         CLIENT AREA
5 Alasan Brexit Menguatkan Poundsterling

5 Alasan Brexit Menguatkan Poundsterling

20/09/2017 00:44

Tidak diragukan lagi, poundsterling atau GBP meraih performa yang sangat baik di bulan September, mencapai level tinggi sejak Brexit terjadi di bulan Juni 2016. Namun saat ini pertanyaannya, apakah trend penguatan ini dapat berlanjut ?

Ada 5 sebab penguatan poundsterling yang terjadi saat ini:

1. Undang-Undang Brexit

Pernyataan tegas dari menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson, telah membuat pihak Eropa melunak dalam negosiasi, yang artinya biaya Brexit yang lebih rendah, akses lebih luas pada pasar bebas, dan kendali lebih pada imigrasi. Kesemuanya positif bagi Inggris pasca Brexit dan juga penguatan GBP.

2. Dampak Pasca Brexit

Perdana Menteri Inggris Theresa May berhasil mempertahankan posisinya setelah hasil pemilu yang buruk dan menjaga agar partainya sejalan dengan agenda Brexit. Sejuh ini belum ada sinyal bahwa Inggris tidak dapat menjalankan proses Brexit, ditambah dengan kesepakatan kecil pada meja negosiasi dengan pihak Eropa.

3. Perdagangan Global

Usai Brexit, kesempatan kerjasama niaga Inggris terbuka lebar, dengan sejumlah negara termasuk AS, Kanada, Australia, dan India telah memberi sinyal kuat untuk kesepakatan dagang baru dengan Inggris. Hal tersebut memberikan outlook positif bagi dunia usaha di Inggris dan juga mendorong penguatan GBP.

4. Harga Rumah di Inggris

Meski laju kenaikan harga rumah di Inggris melambat, namun sebagian besar ekonom malah memperkirakan harga rumah akan turun tajam akibat Brexit. Properti di Inggris memiliki daya tarik bagi investor asing, yang mana dihargai dalam GBP, dan itu mendorong naik nilai tukar GBP.

5. Tingkat Suku Bunga

Bisa dikatakan faktor utama di balik penguatan GBP baru-baru ini adalah komentar hawkish dari Bank of England. Dengan perekonomian nampak kebal terhadap masalah Brexit serta laju inflasi dan tingkat pinjaman konsumen bertumbuh, Bank of England mensinyalkan kenaikan suku bunga lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya.

Kenaikan suku bunga akan diterjemahkan positif bagi GBP dan akan membuat lebih banyak investor mengkoleksi GBP, terutama dibandingkan EUR dan JPY. Hal ini akan menekan turun pasangan EURGBP dan mendorong naik GBPJPY.

Kesimpulan: Minimnya berita negatif dari Inggris saat ini mensinyalkan trend penguatan GBP akan berlanjut. GBPUSD berpeluang naik menuju level 1.5, yang mana belum pernah dicapai semenjak referendum Brexit, jika tidak ada kemunduran pada proses negosiasi Brexit maupun output ekonomi Inggris.

Bagaimanapun juga, jika negosiasi Brexit mengalami kebuntuan atau outlook ekonomi Inggris memburuk, maka flash crash GBP bulan Oktober tahun lalu berpotensi terulang kembali.

Selanjutnya
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
 
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: No. 003/SPKK/ISI-MIF/V/2010
SOCIAL MEDIA
Our Facebook Our Instagram Our Twitter Our Youtube
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
FORGOT PASSWORD