Call Center   0800-11-66639
   0800-11-66639         CLIENT AREA
5 Tips Maksimalkan Trading Menggunakan Pivot Point

5 Tips Maksimalkan Trading Menggunakan Pivot Point

01/02/2018 11:45

Bagi Anda tipikal day trader, menggunakan indikator Pivot Point (PP) merupakan salah satu teknik trading yang tepat. Tipikalnya yang menggambarkan pergerakan harga dalam range satu hari perdagangan, membuat banyak day trader berharap profit dengan menggunakan pivot point.

Pivot point digunakan untuk menentukan potensi area support dan resisten dalam analisis teknikal dengan cara perhitungan tertentu. Perhitungan ini mengacu pada rata-rata pergerakan hari kemarin. Inilah yang menjadikan pivot point dinilai objektif menentukan level support dan resisten.

Anda tidak perlu repot menghitung manual. Selain melalui aplikasi kalkulator pivot point, Anda juga bisa melihat daftar pivot point disini.

Berikut beberapa tips untuk Anda yang memilih untuk menjadi day trader dengan strategi pivot point.

1. Tentukan waktu masuk posisi dengan bijak

Pivot point digunakan dengan tujuan agar Anda bisa entry dan exit posisi dalam hari yang sama selama pasar forex yang Anda pilih sedang berjalan. Salah satunya saat sesi Eropa dianggap memberikan peluang trading terbesar. Terlebih saat overlap sesi Eropa dan Amerika akan banyak sekali pelaku pasar. Ini bisa Anda pilih.

2. Pivot point dianggap menjadi kunci utama perhatian trader

Tren pasar adalah satu hal penting yang harus diperhatikan trader sebelum menentukan posisi. Menggunakan pivot point bisa membantu Anda untuk melihat level kunci dari sebuah tren pasar karena Anda akan ditunjukan level potensial untuk masuk posisi dari rata-rata perdagangan hari kemarin dengan ditunjukannya level support 1 (S1), resisten 1 (R1) , support 2 (S2), resisten 2 (R2), support 3 (S3), dan resisten 3 (R3).

3. Masuk posisi ketika harga menyentuh R1 dan S1

Level R1 dan S1 adalah level paling potensial untuk masuk posisi dari level pivot point. Perhatikan jika harga bergerak sering menyentuh level tersebut dan tertahan di area tersebut, maka itu adalah tanda area potensial untuk masuk posisi.

4. Ketika harga mencapai R2,R3 atau S2, S3 saatnya keluar trading

Saat harga sudah mencapai level ini maka saatnya Anda untuk keluar trading. Ini karena besar kemungkinannya kondisi sudah overbought atau oversold. Tapi Anda bisa mengambil posisi sebaliknya saat harga berbalik arah. Misalnya saat tren pasar bullish, Anda masuk posisi buy dan keluar posisi saat harga mencapai level R3. Kondisi berbalik atau bearish ini menjadi peluang trading yang bisa Anda manfaatkan untuk masuk posisi sell.

5. Tak lupa pasang stoploss

Sudah menjadi hal penting untuk menentukan stoploss di setiap transaksi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kerugian yang besar dalam aktivitas trading Anda. Ketika masuk posisi sell, pasang di atas level resisten. Ketika masuk posisi buy, pasang di bawah level support.

Kondisi pasar terkadang memberikan false signal sehingga Anda bisa saja salah menentukan posisi. Oleh karena itu, ada baiknya Anda melatih analisis teknikal Anda melalui Trading Tanpa Risiko dengan menentukan potensi entry point menggunakan Pivot Point. Silakan membuat akun demo disini.

Selanjutnya
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
 
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: No. 003/SPKK/ISI-MIF/V/2010
Hotline pelayanan pengaduan 0800-10-11888
SOCIAL MEDIA
Our Facebook Our Instagram Our Twitter Our Youtube
PT. Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
FORGOT PASSWORD