|
Updated Rabu, 26 November 2025 |
|
Updated Rabu, 26 November 2025 |
Pasar keuangan bergerak cukup volatil selama perdagangan sesi Eropa Rabu (26/11/2025). Tidak terdapat perubahan signifikan dari sisi fundamental. lemahnya data penjualan ritel dan inflasi produsen (price producer index/PPI) Amerika Serikat (AS) secara month-on-month (MoM) untuk September masih membayangi sentimen pasar.
Selain itu, sinyal dovish dari dua pejabat Federal Reserve (The Fed), John Williams dan Christopher Waller, terus meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada Desember. Ekspektasi tersebut kini menjadi penggerak utama arah pasar.
Menjelang sesi AS, pelaku pasar akan menunggu rilis data ekonomi penting. Berikut data dari Trading Central:
Pesanan barang tahan lama AS (month-on-month/Sep) – 20:30 WIB
forecast 0,2% vs sebelumnya 2,9%
Klaim tunjangan pengangguran AS (Nov/22) – 20:30 WIB
forecast 224.000 vs sebelumnya 220.000
GOLD
Harga Gold (XAUUSD) stabil selama sesi Eropa setelah pagi tadi sempat menguat US$38,99 ke US$4.169,23 per troy ons. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember dan pelemahan data ekonomi AS masih menjadi katalis positif utama bagi Gold.
Pada sesi malam, fokus utama pasar tertuju pada data klaim tunjangan pengangguran AS. Jika data aktual lebih tinggi daripada forecast, hal tersebut mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga peluang pemangkasan suku bunga semakin besar.
Kondisi ini berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi Gold.
OIL
Harga Oil (CLS10) tertekan dan sempat menyentuh US$57,66 per barel pada sesi Eropa. Sentimen negatif berasal dari semakin dekatnya perjanjian damai Rusia–Ukraina, terutama setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi hampir selesai. Potensi pencabutan sanksi terhadap Rusia meningkatkan kekhawatiran oversupply minyak global.
Sentimen tersebut diperkirakan masih akan menekan harga Oil pada perdagangan sesi AS.
EURUSD
EURUSD sempat naik dan menyentuh 1,15960 sebelum kenaikannya terkoreksi pada awal sesi Eropa. Penguatan dolar AS pada siang hari menjadi faktor koreksi ini. Namun, dolar AS tetap berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.
Jika data klaim tunjangan pengangguran malam ini dirilis lebih tinggi dari forecast, dolar AS berpotensi melemah akibat tanda pelemahan pasar tenaga kerja, sehingga EURUSD bisa kembali mendapat dorongan naik.
GBPUSD
GBPUSD sempat naik menyentuh 1,31977 sebelum koreksi terjadi pada awal sesi Eropa, seiring penguatan dolar AS di pertengahan hari. Meski demikian, dolar AS masih dibayangi sentimen negatif dari meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed.
Selain itu, pukul 19:00 WIB pasar menantikan pengumuman autumn budget dari Inggris. Jika Menteri Keuangan Rachel Reeves memutuskan menaikkan pajak penghasilan, maka konsumsi masyarakat dapat melemah, menekan inflasi Inggris, dan meningkatkan peluang Bank of England (BoE) menurunkan suku bunga.
Dengan dua rilis penting malam ini, autumn budget dan data ekonomi AS, pergerakan GBPUSD berpotensi sangat volatil.
USDJPY
USDJPY mencoba menguat dan sempat menyentuh 156,494 selama awal perdagangan sesi Eropa. Namun, dolar AS masih terbebani oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Di sisi lain, yen masih mendapatkan sentimen positif dari rencana intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing. Bank of Japan (BoJ) juga dikabarkan bersiap menaikkan suku bunga secepatnya bulan depan.
Jika data klaim tunjangan pengangguran AS malam ini dirilis lebih tinggi dari forecast, tekanan bagi dolar AS akan bertambah, sehingga USDJPY berpotensi berbalik turun kembali.
NASDAQ
Nasdaq menguat 172 poin ke 25.235 pada sesi Eropa, melanjutkan tren positifnya hari sebelumnya. Pendorong utama masih berasal dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang meningkat akibat sinyal dovish dari dua pejabat The Fed.
Jika klaim tunjangan pengangguran menunjukkan angka lebih tinggi malam ini, Nasdaq berpotensi melanjutkan kenaikannya karena peluang pemangkasan suku bunga semakin besar.

