SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Gegara Bank Sentral China, Harga Gold Jadi Sulit Naik
Macro Overview

Gegara Bank Sentral China, Harga Gold Jadi Sulit Naik

Updated Rabu, 10 Juli 2024
Bagikan
Updated Rabu, 10 Juli 2024
Bagikan

GOLD
Harga Gold (XAUUSD) bergerak volatil pada Selasa kemarin sebelum menutup perdagangan di US$ 2.363,67 per troy ons. Dibandingkan penutupan perdagangan Senin Gold naik US$ 4,64 atau 46,4 pip.

Gold masih kesulitan naik sebab bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) masih belum melakukan pembelian Gold lagi pada Juni. Dengan demikian, PBoC sudah 2 bulan beruntun absen melakukan pembelian. Kabar tersebut membuat Gold turun tajam pada awal pekan dan sulit naik kemarin.

Ada anggapan level harga Gold saat ini terlalu mahal sehingga PBoC enggan melakukan pembelian, sehingga mempengaruhi sentimen pelaku pasar.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Jerome Powell dalam testimoninya dihadapan Kongres AS mengindikasikan akan lebih yakin untuk memangkas suku bunga jika inflasi terus menunjukkan penurunan. Hal tersebut membuat pelaku pasar melihat pemangkasan suku bunga pada September masih belum pasti terjadi, dan sangat tergantung dari rilis data ekonomi AS dua bulan ke depan.

Melihat dua faktor tersebut, Gold berpotensi tertekan pada perdagangan sesi Eropa Rabu (10/7/2024).



OIL 
Harga Oil (CLS10) turun 3 hari beruntun pada Rabu kemarin, menutup perdagangan di US$ 81,80 per barel. Dibandingkan penutupan perdagangan Senin, Oil turun US$ 0,45 atau 4,5 pip.

Tekanan bagi Oil masih berlanjut pagi ini hingga turun ke US$ 81,21 per barel. Hal ini terjadi setelah menurunnya risiko gangguan supply di Amerika Serikat. Sebabnya badai Beryl melemah setelah mencapai pantai Texas. Pelabuhan-pelabuhan pengiriman minyak di dekat Teluk Meksiko kembali beroperasi.

Pada perdagangan sesi Eropa, Oil berpotensi masih tertekan.



EURUSD
EURUSD turun pada 108 poin (10,8 pip) ke 1,08137 pada perdagangan Selasa kemarin. Pasangan mata uang ini sudah turun dua hari beruntun pasca hasil Pemilu Prancis yang menunjukkan hung parliament.

Kondisi tersebut membuat situasi politik di Prancis dipenuhi ketidakpasatian, dan akan lebih sulit untuk menerapkan kebijakan ekonomi. Hal tersebut masih akan memberikan sentimen negatif bagi EURUSD pada perdagangan sesi Eropa.

GBPUSD 
GBPUSD turun pada 201 poin (20,1 pip) ke 1,27861 pada perdagangan Selasa melanjutkan penurunan hari sebelumnya. Pasangan mata uang ini turun sebab masih belum ada kepastian apakah The Fed akan memangkas suku bunga pada September. Di sisi lain, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) kemungkinan akan memangkas suku bunga pada Agustus.

Tanpa rilis data ekonomi penting dari Inggris, GBPUS berpotensi masih mengalami tekanan pada perdagangan sesi Eropa.



USDJPY 
USDJPY naik ke 450 poin (45 pip) ke 161,282 pada perdagangan Selasa kemarin, mendekati lagi level tertinggi 38 tahun.

Yen masih kesulitan menguat melawan dolar AS sebab pelaku pasar menanti kebijakan tapering (pengurangan pembelian obligasi) BoJ yang akan diumumkan pada akhir bulan nanti. Sementara The Fed masih belum pasti akan memangkas suku bunga pada September.

Hal itu berpotensi mendorong USDJPY pasa perdagangan sesi Eropa.



Nasdaq
Nasdaq berakhir stagnan pada perdagangan Selasa setelah sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di 20.716. Belum ada perubahan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pasca testimoni Powell.

Berdasarkan perangkat FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga pada September masih sekitar 75%. Melihat posisi Nasdaq yang tinggi dan belum adanya peningkatan probabilitas tersebut ada potensi Nasdaq diterpa aksi profit taking pada perdagangan sesi Eropa.


Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga