|
Updated Kamis, 27 November 2025 |
|
Updated Kamis, 27 November 2025 |
Dolar Amerika Serikat (AS) mencoba rebound pada perdagangan sesi Eropa Kamis (27/11/2025). Tidak terdapat perubahan signifikan dari sisi fundamental, namun data ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari forecast menjadi katalis penguatan dolar AS.
Di sisi lain, Kevin Hassett, penasihat ekonomi kunci Presiden AS Donald Trump, muncul sebagai kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Gubernur Federal Reserve (The Fed). Hassett yang dikenal lebih dovish membuat pasar melihat peluang pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Selain itu, sinyal dovish dari dua pejabat The Fed, John Williams dan Christopher Weller, masih membayangi pergerakan pasar.
Sentimen-sentimen tersebut diperkirakan terus memengaruhi arah pasar pada sesi AS.
GOLD
Harga Gold (XAUUSD) sempat turun hingga menyentuh US$4.142,6 per troy ons sebelum pemangkasan penurunan terjadi pada sesi Eropa. Tekanan awal muncul karena data ekonomi AS yang lebih baik dari forecast. Namun, tekanan tersebut tetap terbatas karena Gold masih dibanjiri sentimen positif.
Sinyal dovish dari dua pejabat The Fed menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Desember tetap tinggi dan menjadi penopang utama Gold. Ditambah, peluang Hassett yang berpandangan lebih dovish menggantikan Powell sebagai Gubernur The Fed menambah dorongan positif untuk Gold.
Sentimen tersebut diperkirakan terus memengaruhi pergerakan Gold pada perdagangan malam nanti.
OIL
Harga Oil (CLS10) berbalik menguat ke US$58,76 per barel pada sesi Eropa setelah sempat tertekan di awal perdagangan. Meski demikian, Oil masih dibayangi sentimen negatif terkait semakin dekatnya peluang tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina. Jika perang berakhir, pasokan minyak Rusia berpotensi kembali membanjiri pasar karena sanksi dapat dicabut, sehingga risiko oversupply meningkat.
Sentimen negatif ini berpotensi memberi tekanan pada Oil sepanjang sesi AS.
EURUSD
EURUSD berbalik melemah ke 1,15767 pada sesi Eropa. Data sentimen konsumen Jerman dirilis pada level -23,2, lebih rendah dari forecast di Trading Central -22, hal ini mengindikasikan pandangan konsumen terkait pelemahan ekonomi salah satu negara terbesar di kawasan euro. Hal tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap EURUSD.
Dengan dolar AS yang mencoba rebound, tekanan terhadap EURUSD berpotensi berlanjut pada sesi AS.
GBPUSD
GBPUSD juga berbalik melemah setelah sempat naik ke 1,32679 pada perdagangan sesi Eropa. Pelemahan ini sebagian besar disebabkan oleh dolar AS yang berusaha menguat kembali. Namun, sentimen positif dari autumn budget Inggris yang lebih besar dari ekspektasi masih membatasi tekanan penurunan.
Tanpa adanya rilis data penting dari Inggris malam ini, pergerakan GBPUSD akan lebih didominasi oleh dinamika dolar AS.
USDJPY
USDJPY memangkas penurunan setelah sempat menyentuh 155,718 pada sesi Eropa, didorong oleh dolar AS yang mencoba rebound. Meski demikian, yen tetap mendapatkan sentimen positif dari prospek kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada bulan depan.
Sentimen ini diperkirakan terus mempengaruhi pergerakan USDJPY pada sesi AS.
NASDAQ
Nasdaq bergerak stabil meski tampak sedikit tertekan pada sesi Eropa. Meski demikian Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang meningkat tetap menjadi sentimen positif bagi Nasdaq. Hal ini berkaitan dengan saham-saham teknologi yang sangat sensitif terhadap kebijakan suku bunga, ketika suku bunga diturunkan, saham tersebut biasanya akan naik dan mendongkrak kinerja Nasdaq.
Sentimen positif ini diperkirakan berlanjut dan dapat mendorong Nasdaq pada perdagangan malam ini.

