SUPPORT CENTER     021-50996650     Log in
Berita Gold Kembali ke Atas US$4.200 Setelah Diterpa Profit Taking
Macro Overview

Gold Kembali ke Atas US$4.200 Setelah Diterpa Profit Taking

Updated Rabu, 3 Desember 2025
Bagikan
Updated Rabu, 3 Desember 2025
Bagikan

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) anjlok pada awal perdagangan Rabu (3/12/2025). Sentimen dari meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diperkuat oleh berbagai sinyal dovish masih membayangi pasar. Tekanan terhadap dolar AS semakin dalam setelah Kevin Hassett, kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed, memberi sinyal bahwa Presiden AS Donald Trump akan memilih sosok yang mendukung penurunan suku bunga.

Di sisi lain, data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan turut mempengaruhi pasar. Namun pelaku pasar masih menunggu rilis data ekonomi penting lainnya untuk mendapatkan kepastian lebih jelas terkait arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Sentimen-sentimen ini masih akan mempengaruhi pasar pada perdagangan sesi Eropa. Perlu diperhatikan rilis data ekonomi penting. Berikut data Trading Central:

  • Indeks harga produsen (Price Producer Index/PPI) zona euro (year-on-year/Oct) pukul 17:00 WIB; forecast -0,4% vs sebelumnya -0,2%



GOLD
Harga Gold (XAUUSD) sempat turun ke US$4.162,66 per troy ons sebelum ditutup melemah US$26,4 atau 264 pip di US$4.205,25 pada perdagangan Selasa kemarin. Penurunan ini dipicu aksi profit taking yang masih berlanjut.

Menjelang sesi Eropa, Gold kembali naik. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang meningkat berkat banyaknya sinyal dovish, serta data ekonomi AS yang melemah, menjadi pendorong utama bagi Gold. Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi AS berikutnya sebagai petunjuk arah suku bunga pada pertemuan The Fed pekan depan.

Sentimen-sentimen ini diperkirakan masih memengaruhi Gold sepanjang sesi Eropa.

Sebagai informasi, spread pada produk Gold (XAUUSD) sempat melebar pada Jumat lalu (28 November 2025) seiring dengan gangguan teknis yang dialami Chicago Mercantile Exchange (CME) selaku salah satu sumber acuan utama harga dan likuiditas emas di dunia. Gangguan teknis tersebut sudah berhasil diatasi oleh CME, sehingga spread pada produk Gold kini sudah kembali normal.



OIL
Harga Oil (CLS10) turun US$0,92 ke US$58,58 per barel pada perdagangan kemarin. Pembahasan damai Rusia–Ukraina masih menjadi fokus pasar, terutama karena potensi pencabutan sanksi yang dapat membuat pasokan minyak Rusia kembali membanjiri pasar global meningkatkan kekhawatiran oversupply.

Perkembangan terbaru, utusan AS Steve Witkoff dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk membahas kemungkinan kesepakatan damai.

Sentimen ini diperkirakan masih berpengaruh pada Oil di sesi Eropa.



EURUSD
EURUSD naik 161 poin atau 16 pip ke 1,16383 pada perdagangan kemarin menandai kenaikan hari ketiga berturut-turut dan masih melanjutkan penguatan hari ini. Inflasi zona euro yang terakselerasi pada November menjadi sentimen positif bagi EURUSD. Sementara itu, pelemahan dolar AS akibat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed memberikan dorongan tambahan.

Namun, jika data PPI zona euro dirilis lebih rendah dari forecast, hal itu dapat memberi tekanan bagi EURUSD pada sesi Eropa.



GBPUSD
GBPUSD bergerak volatil sebelum akhirnya ditutup stagnan di 1,32067 pada perdagangan kemarin. Menjelang sesi Eropa, GBPUSD mencoba menguat kembali seiring tertekannya dolar AS.

Namun, sentimen negatif dari pernyataan pejabat Bank of England (BoE) Megan Greene yang menegaskan bahwa proses disinflasi masih berlangsung, mendorong ekspektasi pasar bahwa BoE dapat memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Ini membatasi ruang penguatan GBPUSD.

Sentimen-sentimen tersebut masih diperkirakan mempengaruhi GBPUSD pada sesi Eropa.



USDJPY
USDJPY sebelumnya naik ke 156,174 sebelum terkoreksi dan ditutup menguat 391 poin atau 39 pip ke 155,794 pada Selasa kemarin. Namun menjelang sesi Eropa, USDJPY kembali melemah. Pasangan mata uang ini mendapatkan tekanan dari prospek kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) pada bulan ini serta pelemahan dolar AS akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Sentimen ini diperkirakan masih akan menekan USDJPY pada perdagangan sesi Eropa.



NASDAQ
Nasdaq naik 207 poin ke 25.606 pada perdagangan kemarin dan masih melanjutkan penguatan hari ini. Rebound saham-saham teknologi menjadi pendorong utama, ditambah prospek pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan yang terus memperkuat sentimen pasar.

Sentimen ini diperkirakan terus memengaruhi Nasdaq pada sesi Eropa.  

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: Nomor 178/
BAPPEBTI/SI/I/2003
Otoritas Jasa Keuangan: Nomor S-126/PM.02/2025
Bank Indonesia: Nomor 27/214/DPPK/Srt/B
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: Nomor 010/SPKB/ICDX/DIR/
III/2010
Bursa Berjangka Jakarta: Nomor SPAB-044/BBJ/03/02
Indonesia Clearing House: Nomor 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
Kliring Berjangka Indonesia: Nomor 14/AK-KBI/III/2003
MEDIA SOSIAL
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga