|
Updated Rabu, 23 Oktober 2024 |
|
Updated Rabu, 23 Oktober 2024 |
Mata uang utama selain dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Selasa kemarin, di sisi lain harga Gold masih terus melanju kencang. Belum ada perubahan sentimen yang signfikan, sehingga pergerakan pasar pada perdagangan Rabu (23/10/2024) kemungkinan masih akan mirip.
GOLD
Harga Gold (XAUUSD) melesat dan memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.748 per troy ons pada perdagangan Selasa. Aksi profit taking sempat membuat Gold turun ke US$ 2.737,51 per troy ons sebelum berbalik naik dan memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 2.751 per troy ons.
Pergerakan pagi ini menunjukkan sentimen bagi Gold masih yang positif. Perhatian pelaku pasar mulai tertuju ke Pemilu AS 5 November mendatang yang kemungkinan berlangsung ketat dan memicu ketidakpastian di pasar finansial. Konflik di Timur Tengah dan tren penurunan suku bunga di berbagai negara masih menjadi sentimen positif bagi Gold pada perdagangan sesi Eropa.
OIL
Harga Oil (CLS10) naik 2 hari beruntun setelah menutup perdagangan Selasa di US$ 71,65 per barel. Dibandingkan penutupan perdagangan Senin Oil naik US$ 1,54. Oil masih mendapat sentimen positif dari pemangkasan suku bunga yang dilakukan bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) awal pekan lalu.
Seperti diketahui PBoC memangkas loan prime rate (LPR) tenor 5 tahun sebesar 25 basis poin menjadi 3,6% lebih rendah dari forecast Trading Central 3,65%. LPR tenor 1 tahun diturunkan menjadi 3,1% juga lebih rendah dari prediksi 3,15%. Pemangkasan suku bunga tersebut bertujuan memacu perekonomian China, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan Oil.
Sentimen tersebut masih akan mempengaruhi Oil pada perdagangan sesi Eropa.
EURUSD
EURUSD turun 213 poin (21,3 pip) ke 1,07974 pada perdagangan Selasa dan menyentuh level terendah sejak 2 Agustus lalu. Beberapa pejabat European Central Bank (ECB) yang dikabarkan mulai khawatir inflasi terlalu rendah mengindikasikan peluang suku bunga kembali dipangkas pada Desember.
Selain itu, IMF juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jerman stagnan pada tahun ini yang menambah tekanan bagi EURUSD dan masih akan terasa pada perdagangan sesi Eropa hari ini.
GBPUSD
GBPUSD bergerak volatil pada perdagangan Selasa sebelum berakhir stagnan di 1,29832 Pasangan mata uang ini masih dibayangi sentimen negatif dari peluang pemangkasan suku bunga yang agresif oleh Bank of England (BoE) dalam waktu dekat.
Meski demikian IMF yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris pada tahun ini bisa memberikan sentimen positif bagi GBPUSD pada perdagangan sesi Eropa. Ada potensi terjadi aksi short covering yang bisa membuatnya naik mengingat posisinya saat ini di level terendah 2 bulan.
USDJPY
USDJPY naik tajam 1.183 poin (118,3 pip) hingga siang ini, menyentuh level 152,266 yang merupakan level tertinggi sejak 31 Juli. Pemilu di Jepang pada pekan ini menjadi perhatian utama. Partai Liberal Demokrat yang berkuasa saat ini diperkirakan akan kehilangan kursi mayoritas.
Hal ini bisa menimbulkan ketidakpastian politik yang bisa mempengaruhi pengambilan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Artinya yen sedang mendapat sentimen negatif dan USDJPY berpotensi naik lagi.
Nasdaq
Nasdaq bergerak sangat volatil dalam rentang 20.360 - 20.601 sebelum menutup perdagangan di 20.519. Pemilu Amerika Serikat menjadi perhatian, sebab pasar saham akan mendapat efek langsung sebab kebijakan-kebijakan dari presiden terpilih memberikan dampak yang besar ke perusahaan.
Melihat posisi Nasdaq yang cukup tinggi ada potensi terjadi aksi profit taking pada perdagangan sesi Eropa.

