SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Gold Rebound Setelah Nyaris Sentuh US$ 2.300, Nasdaq Dibayangi Profit Taking
Macro Overview

Gold Rebound Setelah Nyaris Sentuh US$ 2.300, Nasdaq Dibayangi Profit Taking

Updated Rabu, 8 Mei 2024

GOLD
Harga Gold (XAUUSD) rebound setelah nyaris menyentuh US$ 2.300 per troy ons pada awal perdagangan sesi Eropa Rabu (8/5/2024), berada dalam. Meski demikian, sentimen bagi Gold sebenarnya masih negatif terlihat dari Sentiment Analysis yang menunjukkan angka 34 dengan Confidence Index yang tinggi.




Sentiment Analysis menggunakan angka skala 0 - 100, semakin dekat dengan nol sentimen semakin negatif, sebaliknya semakin dekat dengan 100 artinya semakin positif. Sementara Confidence Index dibedakan menjadi tiga, yakni rendah, rata-rata dan tinggi. Confidence Index bisa menggambarkan seberapa valid Sentiment Analysis.

Tekanan bagi Gold datang dari Presiden The Fed wilayah Minneapolis, Neel Kashkari menyatakan suku bunga tinggi bisa ditahan lebih lama, dan tidak menutup peluang dinaikkan lagi.

Selain itu, Israel dan Hamas yang melanjutkan perundingan gencatan senjata juga memberikan sentimen negatif ke Gold. Hal tersebut masih akan terasa pada perdagangan sesi Amerika Serikat malam ini.

OIL 
Harga Oil (CLS10) turun tajam pada awal perdagangan sesi Eropa, menyentuh level terendah harian US$ 76,89 per troy ons. Dibandingkan penutupan perdagangan Selasa Oil turun US$ 1,45.

Oil tertekan akibat kenaikan stok di Amerika Serikat dan demand yang diprediksi akan menurun. API dini hari tadi melaporkan stok di AS bertambah sebanyak 509.000 barel pada pekan yang berakhir 3 Mei, mematahkan ekspektasi penurunan 1,4 juta barel di Trading Central.

Data tersebut sekaligus menunjukkan adanya potensi penurunan demand di AS mengingat sektor manufakturnya kembali mengalami kontraksi.

Pada perdagangan malam ini, rilis data stok oleh Energy Information Administration (EIA) pada pukul 21:30 WIB bisa menjadi penggerak Oil. Jika menunjukkan peningkatan lebih besar dari laporan API, Oil bisa semakin tertekan.

EURUSD 
EURUSD rebound setelah menyentuh level terendah harian 1,07349 pada awal perdagangan sesi Eropa. Pasangan mata uang ini sebelumnya mengalami penurunan setelah data dari Jerman menunjukkan penurunan produksi industri pada Maret.

Meski demikian, Sentiment Analysis menunjukkan nilai 25 bagi EURUSD yang berarti negatif tetapi Confidence Index masih rendah.


 

Tanpa rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat malam ini, sentimen tersebut berpotensi masih akan mempengaruhi EURUSD.

GBPUSD 
GBPUSD sempat turun ke 1,24675 pada awal perdagangan sesi Eropa. Dibandingkan penutupan perdagangan Selasa pasangan mata uang ini turun 402 poin (40,2 pip) sebelum perlahan rebound.

Pelaku pasar berfokus pada pengumuman kebijakan moneter bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) Kamis besok. Pasar melihat BoE berpeluang menurunkan suku bunga pada Agustus, lebih cepat ketimbang The Fed pada September.

Hal tersebut masih berpotensi menekan GBPUSD pada perdagangan sesi AS malam ini.

USDJPY 
Laju kenaikan USDJPY masih berlanjut hingga menyentuh 155,509 pada awal perdagangan sesi Eropa. Dibandingkan penutupan perdagangan Selasa USDJPY naik 822 poin (82,2 pip).

Dolar AS sedang perkasa merespon pernyataan Fed Kashkari di sisi lain pelaku pasar melihat bank sentral AS (Bank of Japan/BoJ) belum akan melakukan intervensi lagi, sebab posisi saat ini masih cukup jauh dari 160,000 yang diduga sebagai level intervensi.

Hal tersebut membuat USDJPY terus naik, meski demikian Sentiment Analysis menunjukkan angka 47 yang berarti netral dengan Confidence Index yang tinggi. Maklum saja, dalam 3 hari terakhir, USDJPY sudah melesat 248,6 pip.

Sehingga, kenaikan USDJPY pada malam ini kemungkinan akan terbatas.

Nasdaq
Nasdaq bergerak dalam rentang sempit di kisaran 18.180 - 18.215 hingga awal perdagangan sesi Eropa. Momentum kenaikan Nasdaq terlihat mulai menurun sejak Selasa kemarin sebab mengakhiri perdagangan dengan stagnan.

Sentimen negatif datang dari sikap hawkish Fed Kashkari, bahkan tidak menutup peluang kenaikan suku bunga lagi. Hal tersebut membuat pelaku pasar bimbang, sebab jika melihat data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah, peluang pemangkasan suku bunga pada September justru lebih besar.


 

Sentiment Analysis menunjukkan angka 53 bagi Nasdaq yang berarti netral dengan Confidence Index yang rendah. Melihat hal tersebut ada potensi terjadi aksi profit taking yang bisa memberikan tekanan bagi Nasdaq.

Note: Sentiment Analysis merupakan teknologi Natural Language Processing (NLP) yang menganalisis puluhan ribu data dari berita, blog, hingga sosial media untuk mengetahui sentimen pasar yang menyelimuti pergerakan sebuah produk keuangan. Sentiment Analysis disediakan oleh Trading Central dan bisa dilihat pada MIFX App.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga