SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Harga Gold Anjlok Lebih dari US$ 80 Dalam 2 Pekan; Oil Tertekan Kebijakan OPEC+
Macro Overview

Harga Gold Anjlok Lebih dari US$ 80 Dalam 2 Pekan; Oil Tertekan Kebijakan OPEC+

Updated Senin, 3 Juni 2024

GOLD
Harga Gold (XAUUSD) turun US$ 6,68 sepanjang pekan lalu ke US$ 2.327,18 per troy ons. Meski penurunan tersebut tipis, tetapi dalam dua pekan terakhir harga Gold anjlok lebih dari US$ 87.

Tekanan terbaru bagi Gold datang dari rilis data inflasi personal consumption expenditure (PCE) Amerika Serikat Jumat lalu. Inflasi PCE inti dilaporkan tumbuh 2,8% year-on-year (YoY) pada April, sama dengan bulan sebelumnya.

Rilis tersebut menunjukkan inflasi yang “lengket” sehingga The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama lagi.


 

Sentiment Analysis menunjukkan angka 7 yang berarti sangat negatif bagi Gold tetapi Confidence Index masih rendah.

Fundamental dan sentimen yang sejalan tersebut masih akan menekan Gold pada awal perdagangan sesi Eropa Senin (3/6/2024).

OIL
Harga Oil (CLS10) turun US$ 0,64 sepanjang pekan lalu ke US$ 77,15 per barel, sekaligus membukukan penurunan dua minggu beruntun. Tekanan bagi Oil datang dari kekhawatiran akan melemahnya demand pada tahun ini.

Dari sisi supply juga cukup mengecewakan pelaku pasar, sebab OPEC+ terlihat kurang kompak dalam program pemangkasan produksi. Arab Saudi dan Rusia akan memperpanjang program pemangkasan produksi sampai akhir tahun ini, tetapi anggota lainnya hanya sampai akhir kuartal III-2024.

Dampaknya pemangkasan produksi hingga 2,2 juta barel per hari saat ini nantinya akan berkurang menjadi 1,7 juta barel mulai awal kuartal IV-2024.

Sentiment Analysis juga menunjukkan angka 10 bagi Oil yang berarti sangat negatif meski Confidence Index masih rendah.

Hal tersebut masih akan mempengaruhi Oil pada awal perdagangan sesi Eropa.

EURUSD 
EURUSD bergerak volatil sepanjang pekan lalu sebelum berakhir naik tipis di 1,08482. EURUSD mampu mempertahankan penguatan setelah data menunjukkan inflasi (Consumer Price Index/CPI) tumbuh 2,6% YoY, lebih tinggi dari April 2,4% YoY dan forecast di Trading Central 2,5% YoY.

Inflasi inti yang tidak memasukkan sektor makanan dan energi dalam perhitungan dilaporkan tumbuh 2,9% YoY, lebih tinggi dari forecast dan bulan sebelumnya 2,7% YoY.

Melihat inflasi yang kembali terakselerasi, pelaku pasar melihat bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) kemungkinan akan hawkish cut pada Kamis nanti. Artinya, suku bunga dipangkas, tetapi setelah akan ditahan lebih lama guna memastikan apakah inflasi masih terkendali dan mendekati target 2%, atau justru semakin terakselerasi.

Potensi kebijakan tersebut masih akan menopang EURUSD pada perdagangan sesi Eropa hari ini.

GBPUSD 
Sama dengan EURUSD, pasangan mata uang ini juga bergerak volatil dan naik tipis ke 1,27412. GBPUSD masih cukup kokoh di level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

GBPUSD diuntungkan oleh data pertumbuhan ekonomi (Gross Domestic Product/GDP) Amerika Serikat yang direvisi turun dan cukup memberikan tekanan ke dolar AS. Di sisi lain, BoE diperkirakan belum akan memangkas suku bunga pada bulan ini.

Hal tersebut masih akan menopang GBPUSD pada perdagangan sesi Eropa.

USDJPY 
USDJPY naik 314 poin (31,4 pip) sepanjang pekan lalu ke 157,271. Melihat euro dan poundsterling yang mampu menguat pada pekan lalu, pergerakan USDJPY menunjukkan dolar AS yang masih mendominasi yen.

Apalagi, data yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang pada Jumat pekan lalu mengkonfirmasi adanya intervensi yang dilakukan untuk menguatkan yen pada periode 26 April - 29 Mei. Intervensi tersebut menjadi yang pertama sejak 2022 lalu.

Data tersebut menunjukkan lemahnya yen sehingga “harus dibantu” untuk menguat. Sentiment Analysis menunjukkan angka 98 yang berarti sangat positif bagi USDJPY (yen sangat lemah), tetapi Confidence Index masih rendah.

Melihat hal tersebut, dorongan bagi USDJPY masih akan cukup kuat pada perdagangan sesi Eropa.

Nasdaq 
Nasdaq anjlok 299 indeks poin sepanjang pekan lalu ke 18.572, bahkan sebelumnya sempat menyentuh level 18.241. Aksi profit taking menerpa Nasdaq setelah pekan sebelumnya memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa di 19.021.

Aksi profit taking menerpa indeks saham termasuk Nasdaq setelah laporan earning dari emiten Salesforce yang mengecewakan. Apalagi, The Fed diprediksi masih akan mempertahankan suku bunganya dalam waktu yang lama, profit taking pun semakin masih dan ada potensi berlanjut pada perdagangan sesi Eropa hari ini.


Note: Sentiment Analysis menggunakan angka skala 0 - 100, semakin dekat dengan nol sentimen semakin negatif, sebaliknya semakin dekat dengan 100 artinya semakin positif. Sementara Confidence Index dibedakan menjadi tiga, yakni rendah, rata-rata dan tinggi. Confidence Index bisa menggambarkan seberapa valid Sentiment Analysis. 

Sentiment Analysis merupakan teknologi Natural Language Processing (NLP) yang menganalisis puluhan ribu data dari berita, blog, hingga sosial media untuk mengetahui sentimen pasar yang menyelimuti pergerakan sebuah produk keuangan. Sentiment Analysis disediakan oleh Trading Central dan bisa dilihat pada MIFX App.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga