SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Harga Gold Berkali-kali Cetak Rekor Tertinggi, USDJPY Dibayangi Intervensi
Macro Overview

Harga Gold Berkali-kali Cetak Rekor Tertinggi, USDJPY Dibayangi Intervensi

Updated Senin, 1 April 2024

GOLD
Harga Gold melaju kencang pada pekan lalu hingga memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan bahkan berlanjut lagi pada perdagangan Senin (1/4/2024), dan Gold lagi-lagi memecahkan rekor di US$ 2.265,63 per troy ons. Dibandingkan penutupan perdagangan pekan lalu, Gold naik hampir US$ 33 atau 330 pip.

Rilis data inflasi inti berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) Amerika Serikat (AS) pada Jumat lalu menjadi pemicu kenaikan pagi ini. Inflasi inti PCE dilaporkan tumbuh 2,8% year-on-year (YoY) pada Februari, lebih rendah dari bulan sebelumnya 2,9% YoY.

Inflasi inti PCE merupakan salah satu acuan utama bank sentral AS (The Fed) dalam menetapkan suku bunga, sehingga pelaku pasar optimistis The Fed akan memangkas suku bunga pada Juni nanti. Tidak hanya The Fed, bank sentral lain pun sudah bersiap menurunkan suku bunga. Hal ini menguntungkan bagi Gold yang merupakan aset tanpa imbal hasil.

Selain itu pelaku pasar juga melihat berlarut-larutnya konflik geopolitik menjadi salah satu risiko yang dihadapi perekonomian global saat ini. Permintaan akan Gold sebagai aset safe haven pun meningkat.




Data dari Average Daily Range (ADR) pada aplikasi MIFX, menunjukkan rata-rata pergerakan harian Gold (dari low ke high) dalam 14 hari terakhir sebesar 293 pip, sementara hari ini sudah lebih dari 300 pip. Pada ADR terlihat range hari ini sebesar 306 pip, sebab dihitung dari level terendah ke tertinggi hari ini, sementara harga Gold mengalami gap up (level open jauh lebih tinggi dari close pekan lalu). Level low Gold hari ini juga masih lebih tinggi dari level close pekan lalu, sehingga range hari ini terlihat lebih rendah ketimbang kenaikan Gold.

Dengan pergerakan yang lebih besar dari ADR, ada potensi terjadi aksi profit taking pada perdagangan sesi Eropa meski sentimen sedang positif.

OIL 
Harga Oil (CLS10) naik US$ 2,33 sepanjang pekan lalu ke US$ 83,11 per barel dan berada di level tertinggi sejak awal November 2023. Harga Oil naik setelah Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, mengatakan perusahaan minyak di negaranya akan berfokus pada pengurangan produksi ketimbang ekspor. Dengan pernyataan tersebut pelaku pasar yakin OPEC+ tetap berkomitmen untuk membatasi pasokan agar tidak terjadi over supply. 




Sentiment Analysis menunjukkan nilai 71 bagi Oil yang berarti positif, dengan Confidence Index yang masih rendah. Maklum saja, belum ada banyak pemberitaan terbaru mengenai Oil.

Sentiment Analysis menggunakan angka skala 0 - 100, semakin dekat dengan nol sentimen semakin negatif, sebaliknya semakin dekat dengan 100 artinya semakin positif. Sementara Confidence Index dibedakan menjadi tiga, yakni rendah, rata-rata dan tinggi. Confidence Index bisa menggambarkan seberapa valid Sentiment Analysis.

EURUSD 
EURUSD turun tipis 148 poin (14,8 pip) sepanjang pekan lalu ke 1,07927, sekaligus membukukan penurunan tiga minggu beruntun. EURUSD sebelumnya mengalami pergerakan yang cukup volatil, dipengaruhi ekspektasi memburuknya perekonomian zona euro, sementara Amerika Serikat akan cukup kuat.

Ketika perekonomian zona euro memburuk, ada kemungkinan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) akan cukup agresif memangkas suku bunga. Hal tersebut masih akan menekan EURUSD pada perdagangan sesi Eropa hari ini.

GBPUSD
GBPUSD naik 237 poin (23,7 pip) pada pekan lalu ke 1,26229 sekaligus menghentikan penurunan dua minggu beruntun. Kenaikan tersebut kemungkinan terjadi akibat aksi short covering atau trader yang mengambil posisi sell menutup posisi mereka untuk mencairkan profit.

Hal tersebut terlihat dari sentimen negatif yang sebenarnya masih membayangi GBPUSD. Data yang dirilis pada pekan lalu menunjukkan perekonomian Inggris mengalami resesi pada kuartal IV-2024.




Sentiment Analysis juga menunjukkan nilai 26 bagi GBPUSD yang berarti negatif, dengan Confidence Index yang rendah. Sentimen tersebut masih akan mempengaruhi GBPUSD pada perdagangan sesi Eropa hari ini.

USDJPY 
USDJPY berakhir nyaris stagnan pada pekan lalu setelah sebelumnya sempat naik ke 151,969 yang merupakan level tertinggi 34 tahun. USDJPY saat ini berada di wilayah intervensi yang dilakukan pemerintah Jepang.

Sebelumnya pemerintah Jepang melakukan intervensi pada Oktober 2022 dan November 2023 ketika USDJPY berada di atas level 151,000, sama dengan posisi saat ini. Saat intervensi dilakukan, yen mengalami penguatan yang sangat signifikan (USDJPY turun tajam).

Pelaku pasar saat ini masih berjaga-jaga kemungkinan intervensi dilakukan oleh pemerintah Jepang. Hal tersebut membuat USDJPY kesulitan naik lebih tinggi. Dengan bayang-bayang intervensi tersebut, ada potensi USDJPY mengalami tekanan pada sesi Eropa hari ini.

Nasdaq
Nasdaq turun 101 indeks poin sepanjang pekan lalu ke 18.463, sedikit menjauhi rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai bulan sebelumnya. Penurunan tersebut kemungkinan terjadi akibat aksi profit taking sebab pelaku pasar menanti rilis data inflasi inti PCE AS pada Jumat pekan lalu saat pasar libur Jumat Agung.

Seperti disebutkan sebelumnya, data inflasi inti PCE Amerika Serikat masih menunjukkan perlambatan pertumbuhan, sehingga menjadi positif ke Nasdaq pada perdagangan sesi Eropa hari ini.

Note: Sentiment Analysis merupakan teknologi Natural Language Processing (NLP) yang menganalisis puluhan ribu data dari berita, blog, hingga sosial media untuk mengetahui sentimen pasar yang menyelimuti pergerakan sebuah produk keuangan. Sentiment Analysis disediakan oleh Trading Central dan bisa dilihat pada MIFX App.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga