SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Israel-Hamas Mulai Panas Lagi, Harga Gold Rebound
Macro Overview

Israel-Hamas Mulai Panas Lagi, Harga Gold Rebound

Updated Senin, 6 Mei 2024

GOLD
Harga Gold (XAUUSD) turun lebih dari US$ 36 sepanjang pekan lalu ke US$ 2.301,43 per troy ons. Gold mengalami tekanan akibat ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama lagi.

Data tenaga kerja Amerika Serikat, termasuk non-farm payrolls (NFP), yang menunjukkan pelemahan belum mampu mendongkrak kinerja Gold Jumat pekan lalu. NFP periode April dilaporkan sebanyak 175.000 orang, lebih rendah dari forecast di Trading Central 238.000 dan bulan sebelumnya 315.000 orang.

Selain itu, tingkat pengangguran dilaporkan naik menjadi 3,9% dibandingkan bulan sebelumnya 3,8%, dengan rata-rata upah per jam tumbuh 3,9% year-on-year (YoY) lebih rendah dari bulan sebelumnya dan forecast 4,1% YoY.

Data yang dirilis Jumat pekan lalu itu sempat membuat Gold volatil, tetapi pada penutupan perdagangan tetap berakhir di zona merah. Aksi profit taking mulai melanda Gold pasca mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$ 2.431 per troy ons pada 12 April lalu.

Pergerakan volatil Gold masih berlanjut pada perdagangan Senin (6/5/2024) pagi, sempat turun ke kisaran US$ 2.291 per troy ons kemudian berbalik naik ke US$ 2.308 per troy ons dalam waktu singkat.

Kenaikan tersebut terjadi setelah Israel menyerang kota Rafah sebagai balasan atas serangan roket yang dilakukan Hamas. Serangan tersebut kembali meredupkan peluang terjadinya gencatan senjata yang bisa memberikan sentimen positif ke Gold pada perdagangan sesi Eropa jika kembali tereskalasi.

OIL 
Harga Oil anjlok hingga US$ 5,71 sepanjang pekan lalu ke US$ 77,97 per barel, yang menjadi level terendah dalam tujuh pekan terakhir.

Tekanan bagi Oil datang akibat stok di Amerika Serikat mengalami lonjakan, sebaliknya permintaan berisiko menurun sebab sektor manufakturnya kembali mengalami kontraksi. Selain itu Hamas dilaporkan memberikan respon positif terhadap proposal gencatan senjata. Hal ini membuat pelaku pasar melihat risiko gangguan supply semakin kecil.

Namun, konflik Israel dengan Hamas kembali memanas awal pekan ini, membuat harga Oil naik US$ 0,61 ke US$ 78,02 per barel pagi ini. Selain itu, Arab Saudi juga dilaporkan menaikkan harga jual minyak mentahnya.

Kedua hal tersebut bisa menjadi pendorong harga Oil pada perdagangan sesi Eropa.

EURUSD 
EURUSD sukses mencatat kenaikan tiga pekan beruntun setelah menutup perdagangan Jumat pekan lalu di 1,07627. Dalam sepekan EURUSD tercatat naik 698 poin (69,8 pip).

EURUSD mengalami kenaikan cukup tajam pada Jumat pekan lalu, bahkan sempat menembus ke atas 1,08000, tertinggi sejak 10 April lalu. Melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat memberikan sentimen positif ke EURUSD. Pada perdagangan sesi Eropa, rilis data inflasi produsen (producer price index/PPI) zona euro pada pukul 16:00 WIB bisa menjadi penggerak pasangan mata uang ini.

Pada Maret, PPI dilaporkan -8,3% YoY, jika data yang dirilis untuk April nanti lebih baik ada potensi EURUSD mendapat tambahan sentimen positif.

GBPUSD 
GBPUSD mencatat kenaikan 524 poin (52,4 pip) sepanjang pekan lalu ke 1,25495. GBPUSD melajutkan kenaikan pekan sebelumnya dan semakin menjauhi level terendah 5 bulan.

GBPUSD juga mendapat sentimen positif dari melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Tanpa rilis data ekonomi penting dari Inggris, sentimen positif masih berpeluang menaungi GBPUSD.

USDJPY 
USDJPY menjadi perhatian utama pada pekan lalu setelah menembus level 160,000 untuk pertama kalinya dalam 34 tahun terakhir. Tetapi setelahnya langsung berbalik anjlok dan dalam sepekan mencatat penurunan 5.324 poin (532,4 pip) ke 153,023.

Penurunan tersebut ditengarai akibat intervensi yang dilakukan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ). Namun pada perdagangan pagi ini USDJPY kembali naik ke 154,005, menjadi indikasi lemahnya yan jika tidak ada intervensi.

Melihat USJDPY yang kembali naik tajam pagi ini, patut dipertimbangkan kemungkinan akan adanya intervensi lagi.

Nasdaq
Melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat memberikan sentimen positif ke indeks saham, Nasdaq sukses mencatat kenaikan dua pekan beruntun. Pada perdagangan Jumat Nasdaq menutup perdagangan di 18.023, dalam sepekan naik 186 indeks poin.

Namun, konflik Israel dan Hamas yang kembali tereskalasi hari ini bisa memberikan sentimen negatif ke Nasdaq pada awal perdagangan sesi Eropa.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga