|
Updated Rabu, 26 November 2025 |
|
Updated Rabu, 26 November 2025 |
Data penjualan ritel dan inflasi produsen (price producer index/PPI) Amerika Serikat (AS) untuk September menunjukkan pelemahan secara month-on-month (MoM). Penjualan ritel pada September dilaporkan tumbuh 0,2% MoM, lebih rendah dari forecast di Trading Central 0,3% dan pertumbuhan bulan sebelumnya 0,6%.
Sedangkan data aktual PPI 0,3%, lebih rendah dari forecast 0,5%. Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada awal perdagangan Rabu (26/11/2025), sehingga semakin menekan dolar AS.
Selain itu, dua pejabat The Fed, John Williams dan Christopher Waller, kembali menyuarakan dukungan untuk pemangkasan suku bunga pada Desember. Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemangkasan kini meningkat menjadi 85% dari sebelumnya 50% pada minggu lalu.
Kombinasi sentimen tersebut diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pasar pada perdagangan sesi Eropa hari ini.
GOLD
Harga Gold (XAUUSD) mencatat penurunan tipis US$4,1 ke US$4.130,24 per troy ons setelah bergerak volatil pada perdagangan kemarin.
Namun menjelang sesi Eropa hari ini, Gold kembali menunjukkan penguatan.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember yang meningkat, ditambah pelemahan data ekonomi AS secara MoM, menjadi pendorong utama naiknya harga Gold.
Sentimen ini masih akan mendominasi pergerakan Gold pada sesi Eropa.
OIL
Harga Oil (CLS10) turun ke US$58,09 per barel pada perdagangan kemarin. Tekanan terjadi seiring semakin dekatnya perjanjian damai Rusia–Ukraina, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi hampir selesai. Potensi pencabutan sanksi terhadap Rusia meningkatkan kekhawatiran oversupply minyak global.
Menjelang sesi Eropa, Oil sempat bergerak naik. Namun sentimen negatif yang masih membayangi membuat harga rentan berbalik melemah.
EURUSD
EURUSD naik 482 poin atau 48,2 pip ke 1,15671 pada perdagangan Rabu kemarin, dan masih melanjutkan penguatan hari ini. Tekanan yang dialami dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi faktor utama penguatan pasangan ini.
Tanpa adanya rilis data ekonomi penting, pergerakan EURUSD sepanjang sesi Eropa diperkirakan tetap didominasi oleh arah dolar AS. Mengingat dolar sedang tertekan, ada potensi EURUSD melanjutkan kenaikan.
GBPUSD
GBPUSD menguat 605 poin atau 60,5 pip ke 1,31589, sekaligus mencatat kenaikan empat hari beruntun pada perdagangan Selasa. Penguatan ini berlanjut menjelang sesi Eropa hari ini.
Melemahnya dolar AS karena meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember masih menjadi katalis utama. Sama dengan EURUSD, pasangan mata uang ini masih akan mendapat sentimen positif pada perdagangan sesi Eropa, sebab dolar AS sedang tertekan.
USDJPY
USDJPY turun 840 poin atau 84 pip ke 156 pada perdagangan kemarin. Tekanan terhadap dolar AS terus menjadi faktor utama pelemahan pasangan ini. Menjelang sesi Eropa, USDJPY bergerak volatil.
Yen sebelumnya mendapat dukungan dari rencana intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing. Selain itu, Bank of Japan (BoJ) dikabarkan mempersiapkan kenaikan suku bunga secepatnya bulan depan.
Dengan dolar AS yang masih tertekan, USDJPY berpotensi melanjutkan penurunan pada sesi Eropa.
NASDAQ
Nasdaq naik 101 indeks poin ke 25.063, sekaligus mencatat kenaikan tiga hari beruntun meski sempat anjlok pada perdagangan Selasa. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang meningkat seiring sinyal dovish dari dua pejabat The Fed dan pelemahan data ekonomi AS menjadi pendorong penguatan indeks ini.
Sentimen tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan Nasdaq pada perdagangan sesi Eropa.

