SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Macro Overview Asia - Oil Masih Kuat di Atas US$ 91 per Barel, Hang Seng Dekati Level Terendah 9 Bulan
Macro Overview

Macro Overview Asia - Oil Masih Kuat di Atas US$ 91 per Barel, Hang Seng Dekati Level Terendah 9 Bulan

Updated Selasa, 19 September 2023

GOLD
Harga Gold (XAUUSD) naik hampir US$ 10 ke US$ 1.933,54 per troy ons pada perdagangan awal pekan kemarin. Indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang turun 25 poin ke 105,33 membuat Gold mampu naik meski melalui perdagangan yang volatil.

Perhatian utama tertuju pada pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) pekan ini. Pelaku pasar melihat probabilitas sebesar 99% The Fed akan mempertahankan suku bunganya, tetapi yang menjadi fokus apakah masih akan ada kenaikan pada November atau Desember, dan seberapa lama suku bunga tinggi akan dipertahankan.

Selain itu, aksi mogok pekerja sektor otomotif di Detroit yang menuntut kenaikan gaji juga mendorong kenaikan Gold. Saat ini aksi tersebut belum memberikan dampak ke perekonomian, tetapi jika meluas diperkirakan bisa menekan produk domestik bruto (PDB), sementara jika permintaan kenaikan gaji dikabulkan, ada risiko inflasi semakin sulit turun.

Pada perdagangan sesi Asia Selasa (19/9/2023), Gold masih akan volatil dan berpeluang melanjutkan kenaikan.

OIL 
Harga Oil (CLS10) masih kokoh di level tertinggi dalam 10 bulan terakhir, bahkan sempat menembus US$ 92 per barel. Pasokan yang diprediksi akan semakin mengetat pada akhir tahun membuat Oil terus menanjak.

Seperti diketahui, Arab Saudi dan Rusia memperpanjang program pemangkasan produksinya hingga akhir tahun nanti, masing-masing 1 juta dan 300.000 barel per hari. Di sisi lain, produksi shale oil Amerika Serikat diprediksi akan menurun tiga bulan beruntun pada Oktober nanti.

Ketatnya pasokan tersebut masih berpotensi menopang kenaikan harga Oil pada perdagangan sesi Asia.

EURUSD 
EURUSD naik 319 poin (31 pip) ke 1,06921 pada perdagangan Senin, rebound dari level terendah dalam 10 bulan terakhir. Setelah bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mengumumkan kenaikan suku bunga pada Kamis pekan lalu, kali ini giliran The Fed yang menjadi fokus.

ECB yang menaikkan suku bunga justru membuat EURUSD turun tajam, sebab ada indikasi ke depannya tidak ada lagi kenaikan suku bunga. Pelaku pasar saat ini mulai melihat kemungkinan ada potensi The Fed akan melakukan hal yang sama, sehingga dolar AS sedikit tertekan.

Pada perdagangan sesi Asia, EURUSD berpotensi melanjutkan kenaikan.

GBPUSD 
GBPUSD pada perdagangan Senin berakhir stagnan di 1,23850, setelah bergerak volatil dalam rentang 1,23700 - 1,24099. Selain The Fed, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) juga akan mengumumkan kebijakan moneter pada pekan ini.

Dibandingkan The Fed, pelaku pasar lebih optimistis jika BoE akan mengambil langkah yang sama dengan ECB, yakni suku bunga dinaikkan dan memberikan sinyal sudah mencapai terminal rate (puncak dari siklus kenaikan suku bunga). Sebabnya, Gubernur BoE, Andrew Bailey sebelumnya mengatakan suku bunga sudah mendekati puncak.

Melihat hal tersebut, GBPUSD masih akan kesulitan untuk naik tajam sampai pengumuman suku bunga The Fed dan BoE. Pergerakan GBPUSD masih akan volatil dan berpeluang naik terbatas pada sesi Asia.

USDJPY 
USDJPY turun 232 poin (23 pip) ke 147,602 pada perdagangan awal pekan kemarin. Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) juga akan mengumumkan kebijakan moneter setelah The Fed.

Pelaku pasar melihat apakah akan ada panduan kapan kebijakan moneter akan diketatkan. Sebab Gubernur BoJ Kazuo Ueda sebelumnya mengatakan pada akhir tahun nanti akan memiliki cukup data untuk memutuskan apakah akan mengakhiri periode suku bunga negatif atau tidak.

USDJPY saat ini masih berada di level tertinggi dalam 10 bulan terakhir, melihat kemungkinan adanya panduan pengetatan moneter, ada potensi pasangan mata uang ini akan turun pada sesi Asia.

Hang Seng
Indeks Hang Seng turun 114 poin ke 17.949 awal pekan kemarin mendekati lagi level terendah sembilan bulan 17.544 yang disentuh pada 22 Agustus lalu. Krisis sektor perumahan China kembali membayangi pergerakan Hang Seng. Apalagi saham developer terbesar kedua di China, Evergrande, anjlok hingga 22%.

Selain itu, perhatian tentunya tertuju ke pengumuman suku bunga The Fed Kamis dini hari nanti yang membuat indeks saham masih akan volatil. Pada perdagangan hari ini ada potensi Hang Seng kembali turun, semakin mendekati level terendah sembilan bulan.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga