SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Macro Overview Asia - USDJPY Melesat Lebih dari 100 Pip, Gold Masih Tertekan

Macro Overview Asia - USDJPY Melesat Lebih dari 100 Pip, Gold Masih Tertekan

Updated Jumat, 9 Februari 2024

GOLD
Harga Gold (XAUUSD) berakhir stagnan di US$ 2.034,13 per troy ons pada perdagangan Kamis kemarin setelah sempat turun ke US$ 2.019,99 per troy ons. Dalam dua hari terakhir Gold berakhir stagnan, menjadi indikasi kurangnya momentum pergerakan pasca menurunnya probabilitas pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan perangkat FedWatch, pelaku pasar saat ini melihat probabilitas pemangkasan suku bunga bank sentral AS (The Fed) pada Maret kini hanya sebesar 18% saja. Data yang dirilis kemarin menunjukkan klaim tunjangan pengangguran di AS pada pekan yang berakhir 3 Februari sebanyak 218.000 orang, lebih rendah dari pekan sebelumnya dan forecast di Trading Central 227.000 orang.

Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang masih kuat dan bisa memberikan tekanan bagi Gold pada perdagangan sesi Asia Jumat (9/2/2024).

OIL 
Harga Oil melesat US$ 2,38 ke US$ 76,44 per barel pada perdagangan Kamis kemarin. Sentimen positif tersebut datang dari proyeksi stagnannya produksi crude oil di Amerika Serikat.

Selain itu, Israel dan Hamas dikabarkan menolak proposal gencatan senjata, sehingga ketidakpastian konflik masih tinggi yang bisa mengganggu supply Oil.

Dua sentimen tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan Oil pada perdagangan sesi Asia hari ini.

EURUSD 
EURUSD sukses mencatat kenaikan tiga hari beruntun setelah naik tipis 50 poin (5 pip) Kamis kemarin. Pasangan mata uang ini sebelumnya sempat turun ke 1,07416 sebelum perlahan rebound.

EURUSD masih ditopang pernyataan pejabat bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Boris Vujcic. Ia menyebut ECB tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga, dan perlu memastikan inflasi benar-benar terkendali.

Meski demikian, efek rilis data klaim tunjangan pengangguran AS kemungkinan akan terasa pagi ini, sehingga memberikan sentimen negatif bagi EURUSD.

GBPUSD 
GBPUSD turun 118 poin (11 pip) ke 1,26161 pada perdagangan Kamis kemarin. Seperti disebutkan sebelumnya, dolar AS sedang cukup kuat pasca rilis data klaim tunjangan pengangguran.

Di sisi lain, anggota Monetary Policy Committee (MPC) bank sentral Inggris, Swati Dhingra, menyatakan yakin inflasi akan terus menurun, sehingga pemangkasan suku bunga saat ini bisa dilakukan.

Diketahui Dhingra menjadi satu-satunya dari 9 anggota MPC yang memilih untuk menurunkan suku bunga pada rapat kebijakan moneter awal bulan ini.

Pernyataan Dhingra tersebut memberikan tambahan tekanan bagi GBPUSD dan masih akan terasa pada perdagangan sesi Asia.

USDJPY 
USDJPY melesat 1.136 poin (113 pip) ke 149,476 pada perdagangan Kamis kemarin, level tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir.

Selain dolar yang sedang kuat, yen juga mengalami tekanan setelah Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ), Shinichi Uchida, mengatakan BoJ tidak akan agresif menaikkan suku bunga meski nantinya akan mengakhiri era suku bunga negatif.

Alhasil, yen tertekan dan USDJPY mendapatkan tambahan sentimen positif yang masih akan terasa pada sesi Asia.

Hang Seng 
Deflasi yang dialami China membuat Hang Seng turun 254 indeks poin ke 15769 pada perdagangan Kamis kemarin. Kemarin consumer price index (CPI) China dilaporkan -0,8% year-on-year (YoY) pada Januari, lebih rendah dari bulan sebelumnya -0,3% dan forecast di Trading Central -0,4%.

CPI yang negatif berarti deflasi, dan menjadi indikasi perekonomian yang memburuk. Data tersebut langsung membuat Hang Seng turun dan masih akan dibayangi sentimen negatif hari ini.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga