SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Macro Overview Sesi AS (24/05/2023) - Dolar AS Berpeluang Menguat di Tengah Kebuntuan Negosiasi Plafon Utang AS, Pasar Nantikan Notula FOMC
Macro Overview

Macro Overview Sesi AS (24/05/2023) - Dolar AS Berpeluang Menguat di Tengah Kebuntuan Negosiasi Plafon Utang AS, Pasar Nantikan Notula FOMC

Updated Rabu, 24 Mei 2023

Gold
Harga Gold bergerak turun di sesi perdagangan Eropa (24/5) ke level rendahnya di $1970.49 karena dipicu oleh sentimen menguatnya dolar AS dibalik pasar yang mempertimbangkan pernyataan yang cenderung hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve AS serta kekhawatiran terhadap ketidakpastian kesepakatan plafon utang AS. Fokus pasar malam ini akan tertuju ke perilisan notula rapat FOMC.

Dolar AS menguat dibalik pasar yang mempertimbangkan pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve AS yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan pasar saat ini memperkirakan peluangnya 30% untuk adanya kenaikan suku bunga 25 bps lainnya di bulan Juni.

Sentimen lain yang menopang kinerja dolar AS adalah permintaan aset safe haven mata uang AS seiring belum adanya kepastian dalam kesepakatan plafon utang AS setelah kebuntuan di Washington dalam negosiasi plafon utang, meskipun kondisi tersebut dapat menyebabkan default dan mendorong AS ke dalam resesi, karena hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang lebih buruk bagi ekonomi global.

Di sesi perdagangan AS (24/5), harga Gold berpeluang turun semakin dalam jika notula rapat FOMC yang dirilis pukul 1:00 WIB/Kamis memberikan hasil yang dipandang cenderung hawkish. Namun, jika hasil notula rapat menunjukkan hasil yang cenderung dovish berpeluang menopang kenaikan harga emas.

Oil
Harga Oil bergerak naik di sesi perdagangan Eropa (24/5) ke level tingginya di $74.45 di tengah sentimen turunnya cadangan minyak mentah AS dalam laporan American Petroleum Institute (API) serta pasar yang mempertimbangkan peringatan dari menteri energi Arab Saudi kepada spekulan yang meningkatkan prospek pengurangan produksi lebih lanjut oleh OPEC+.

Harga Oil naik di tengah pasar yang mempertimbangkan laporan dari API yang menunjukkan cadangan minyak mentah AS turun sekitar 6.8 juta barel pada pekan lalu. Cadangan bensin juga dilaporkan turun sekitar 6.4 juta barel.

Sentimen lain yang menopang kenaikan harga Oil adalah pasar yang mempertimbangkan pernyataan dari Menteri energi Arab Saudi yang mengatakan bahwa para short seller yang bertaruh bahwa harga akan turun, saat ini harus berhati-hati terhadap rasa sakit.

Beberapa investor menganggap itu sebagai sinyal bahwa OPEC+ dapat mempertimbangkan pengurangan produksi lebih lanjut pada pertemuan mereka di tanggal 4 Juni.

Di sesi perdagangan AS (24/5), harga Oil berpeluang naik jika data cadangan minyak mentah AS yang dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA) pada pukul 21:30 WIB menunjukkan angka yang lebih rendah dari estimasi. Namun, jika angka yang dirilis lebih tinggi dari estimasi berpeluang menopang kenaikan harga Oil.

Nasdaq
Nasdaq bergerak turun di sesi perdagangan Eropa (24/5) ke level rendahnya di 13688.25 karena dipicu oleh kegugupan pasar terhadap ketidakpastian kesepakatan plafon utang AS.

Nasdaq bergerak turun dibalik sentimen hindar aset berisiko seiring pasar yang terlihat gugup terhadap ketidakpastian kesepakatan plafon utang AS setelah pembicaraan antara perwakilan Gedung Putih dengan perwakilan partai Republik mengenai kenaikan plafon utang gagal membuat terobosan.

Belum adanya kemajuan dalam pembicaraan untuk menaikan batas pinjaman yang sebesar $31.4 triliun menjelang batas waktu 1 Juni telah membebani Nasdaq akhir-akhir ini.

Di sesi perdagangan AS (24/5), Nasdaq berpeluang turun di tengah sentimen kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian plafon utang AS dengan pasar juga akan mencari katalis dari perilisan notula rapat FOMC yang dirilis pukul 1:00 WIB/Kamis. Jika notula dirilis dengan hasil yang cenderung hawkish berpeluang menekan turun pergerakan Nasdaq. Begitupun sebaliknya, jika notula dirilis dengan hasil yang cenderung dovish berpeluang menopang kenaikan Nasdaq.

EURUSD
EURUSD bergerak turun di sesi perdagangan Eropa (24/5), ke leve rendahnya di 1.07473 dibalik sentimen menguatnya dolar AS serta pesimisnya data ekonomi Jerman.

Dolar AS menguat dibalik pasar yang mempertimbangkan pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve AS yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan pasar saat ini memperkirakan peluangnya 30% untuk adanya kenaikan suku bunga 25 bps lainnya di bulan Juni.

Sentimen lain yang menopang kinerja dolar AS adalah permintaan aset safe haven mata uang AS seiring belum adanya kepastian dalam kesepakatan plafon utang AS setelah kebuntuan di Washington dalam negosiasi plafon utang, meskipun kondisi tersebut dapat menyebabkan default dan mendorong AS ke dalam resesi, karena hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang lebih buruk bagi ekonomi global.

Data indeks iklim pengusaha Jerman yang dirilis oleh lembaga Ifo untuk periode Mei turun ke level 91.7 dari 93.4 di bulan April, ini juga lebih rendah dari estimasi untuk di level 93.

Di sesi perdagangan AS (24/5), EURUSD berpeluang bergerak turun di tengah outlook menguatnya dolar AS.

USDJPY
USDJPY bergerak naik di sesi perdagangan Eropa (24/5) ke level tingginya di 138.722 di tengah sentimen menguatnya dolar AS.

Dolar AS menguat dibalik pasar yang mempertimbangkan pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve AS yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan pasar saat ini memperkirakan peluangnya 30% untuk adanya kenaikan suku bunga 25 bps lainnya di bulan Juni.

Sentimen lain yang menopang kinerja dolar AS adalah permintaan aset safe haven mata uang AS seiring belum adanya kepastian dalam kesepakatan plafon utang AS setelah kebuntuan di Washington dalam negosiasi plafon utang, meskipun kondisi tersebut dapat menyebabkan default dan mendorong AS ke dalam resesi, karena hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang lebih buruk bagi ekonomi global.

Di sesi perdagangan AS (25/4), USDJPY berpeluang bergerak naik di tengah outlook menguatnya dolar AS.

GBPUSD
GBPUSD bergerak turun di sesi perdagangan Eropa (24/5) ke level rendahnya di 1.23680 di tengah sentimen menguatnya dolar AS dan prospek akan lebih sedikitnya kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) di masa depan.

Dolar AS menguat dibalik pasar yang mempertimbangkan pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve AS yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut, dengan pasar saat ini memperkirakan peluangnya 30% untuk adanya kenaikan suku bunga 25 bps lainnya di bulan Juni.

Sentimen lain yang menopang kinerja dolar AS adalah permintaan aset safe haven mata uang AS seiring belum adanya kepastian dalam kesepakatan plafon utang AS setelah kebuntuan di Washington dalam negosiasi plafon utang, meskipun kondisi tersebut dapat menyebabkan default dan mendorong AS ke dalam resesi, karena hal tersebut dapat menimbulkan masalah yang lebih buruk bagi ekonomi global.

Selain itu, GBPUSD juga bergerak turun dibalik pasar yang mempertimbangkan penurunan tajam pada inflasi Inggris yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa mungkin akan lebih sedikit kenaikan suku bunga oleh BoE yang diperlukan dalam beberapa bulan mendatang untuk menurunkan inflasi.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga