SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita PMI Manufaktur AS Bikin Dolar Babak Belur, Harga Gold Naik
Macro Overview

PMI Manufaktur AS Bikin Dolar Babak Belur, Harga Gold Naik

Updated Selasa, 4 Juni 2024

GOLD
Harga Gold (XAUUSD) naik US$ 23,2 ke US$ 2.350,38 per troy ons pada perdagangan awal pekan kemarin, terbantu rilis data dari Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan tanda perlambatan ekonomi.

Sentimen Gold yang sebelumnya negatif berubah menjadi netral pasca rilis data tersebut, hal ini terlihat dari Sentiment Analysis yang menunjukkan angka 53 dengan Confidence Index yang tinggi.




Institute for Supply Management (ISM) kemarin melaporkan purchasing managers’ index (PMI) manufaktur sebesar 48,7 pada Mei, lebih rendah dari bulan sebelumnya 49,2 sekaligus mematahkan forecast kenaikan menjadi 50 di Trading Central.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya adalah kontraksi sementara di atas adalah ekspansi. Artinya, pada Mei kontraksi sektor manufaktur Amerika Serikat semakin dalam yang menandakan perlambatan ekonomi. Rilis tersebut membuat dolar AS babak belur, indeksnya turun hingga 563 poin ke 103,656 yang merupakan level terendah sejak 9 April lalu.

Sentimen dan fundamental tersebut masih akan mempengaruhi Gold pada perdagangan sesi Eropa Selasa (4/6/2024). Artinya, Gold kemungkinan masih akan sideways dengan kecenderungan naik.

OIL 
Kontraksi sektor manufaktur AS yang semakin dalam membuat harga Oil (CLS10) anjlok hingga US$ 3,15 ke US$ 74,00 pada perdagangan Senin kemarin. Level tersebut menjadi yang terendah dalam 4 bulan terakhir. Oil juga membukukan penurunan 4 hari beruntun dan masih berlanjut pada perdagangan sesi Asia pagi ini ke US$ 73,50 per barel.

Kontraksi sektor manufaktur AS dikhawatirkan akan mengurangi permintaan Oil. Selain itu tekanan juga datang dari OPEC+ yang berencana meningkatkan produksi mulai Oktober mendatang.

Sentiment Analysis menunjukkan angka 1 yang berarti sangat negatif dengan Confidence Index yang moderat atau rata-rata. Artinya, tekanan bagi Oil masih berpotensi berlanjut.

EURUSD 
EURUSD melesat 559 poin (55,9 pip) awal pekan kemarin ke 1,09041. Kenaikan EURUSD masih berlanjut pagi ini menyentuh 1,09160 yang merupakan level tertinggi sejak 21 Maret lalu.

Sektor manufaktur AS yang berkontraksi semakin dalam membuat pelaku pasar mulai optimistis lagi The Fed akan memangkas suku bunga pada September. Hal ini memberikan tekanan bagi dolar AS dan membuat EURUSD mampu menguat.

Sentimen tersebut masih akan terasa pada perdagangan sesi Eropa hari ini.

GBPUSD 
Sama dengan EURUSD pasangan mata uang ini juga melesat 659 poin (65,9 pip) ke 1,28071. Pagi tadi GBPUSD melanjutkan kenaikan ke 1,28171 yang merupakan level tertinggi sejak 14 Maret lalu.

Faktor penggerak GBPUSD juga sama yakni ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Data dari perangkat FedWatch menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga pada September kini mencapai 62%, lebih tinggi dari sebelumnya di kisaran 50%.

Faktor tersebut masih akan mendorong GBPUSD pada perdagangan sesi Eropa hari ini.

USDJPY 
USDJPY anjlok 1.204 poin (120,4 pip) pada peradangan Senin kemarin ke 156,067. Pagi ini USDJPY sempat rebound 156,485 sebelum kembali menurun yang mengindikasikan dolar AS sedang lemah. Penyebabnya meningkatnya probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada September.

Jika pemangkasan benar terjadi, maka selisih suku bunga The Fed dengan BoJ akan mulai menyempit. Hal ini masih akan memberikan tekanan bagi USDJPY pada perdagangan sesi Eropa.

Nasdaq
Indeks Nasdaq bergerak volatil pada perdagangan Senin sebelum sukses mencatat kenaikan 89 indeks poin ke 18.661. Memburuknya kontraksi sektor manufaktur menunjukkan perekonomian AS yang mulai melemah.

Di sisi lain, hal tersebut membuat peluang pemangkasan suku bunga pada September kembali menguat. Dua hal yang menjadi sentimen negatif dan positif bagi Nasdaq sehingga bergerak volatil.




Sentiment Analysis juga sedang netral terlihat dari nilainya sebesar 46 dengan Confidence Index yang tinggi. Dengan demikian Nasdaq berpotensi bergerak sideways pada perdagangan sesi Eropa, tetapi ada kecenderungan tertekan.

 

Note: Sentiment Analysis menggunakan angka skala 0 - 100, semakin dekat dengan nol sentimen semakin negatif, sebaliknya semakin dekat dengan 100 artinya semakin positif. Sementara Confidence Index dibedakan menjadi tiga, yakni rendah, rata-rata dan tinggi. Confidence Index bisa menggambarkan seberapa valid Sentiment Analysis. 

Sentiment Analysis merupakan teknologi Natural Language Processing (NLP) yang menganalisis puluhan ribu data dari berita, blog, hingga sosial media untuk mengetahui sentimen pasar yang menyelimuti pergerakan sebuah produk keuangan. Sentiment Analysis disediakan oleh Trading Central dan bisa dilihat pada MIFX App.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga