SUPPORT CENTER     021-50996650     Log in
Berita PMI Manufaktur AS Diprediksi Masih Terkontraksi, Gold Berpotensi Naik Lagi
Macro Overview

PMI Manufaktur AS Diprediksi Masih Terkontraksi, Gold Berpotensi Naik Lagi

Updated Senin, 1 Desember 2025
Bagikan
Updated Senin, 1 Desember 2025
Bagikan

Pasar finansial bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi pada awal perdagangan sesi Eropa Senin (1/12/2025). Tidak terdapat perubahan signifikan pada sisi fundamental. Meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih menjadi penggerak utama pasar.

Sinyal dovish dari dua pejabat The Fed, John Williams dan Christopher Weller, terus mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 11 Desember mendatang. Selain itu, pasar juga melihat pada tahun depan The Fed berpeluang lebih agresif menurunkan suku bunga. Sebabnya, Kevin Hassett, salah satu kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed, menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan memilih sosok yang mendukung penurunan suku bunga.

Sentimen ini masih akan mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi AS. Perlu diperhatikan juga rilis data ekonomi penting pada malam ini. Berikut data Trading Central:

  • ISM PMI manufaktur AS (Nov) pukul 22:00 WIB; forecast 48,8 vs sebelumnya 48,7.



GOLD
Harga Gold (XAUUSD) naik US$37,08 atau 370,8 pip ke US$4.256,26 per troy ons pada awal perdagangan sesi Eropa. Penguatan ini mendapat dukungan dari meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Berdasarkan data dari perangkat FedWatch, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember saat ini mencapai 87%, meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 2 pekan terakhir.

Pada perdagangan malam nanti, rilis data purchasing managers’ index (PMI) manufaktur AS versi ISM menjadi fokus utama. PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya adalah kontraksi sementara di atasnya adalah ekspansi.

Jika data ISM Manufacturing PMI dirilis masih jauh di bawah angka 50, maka itu mengindikasikan sektor manufaktur AS masih mengalami perlambatan aktivitas usaha. Hal ini berpotensi menambah sentimen positif bagi Gold.

Sebagai informasi, spread pada produk Gold (XAUUSD) sempat melebar pada Jumat lalu (28 November 2025) seiring dengan gangguan teknis yang dialami Chicago Mercantile Exchange (CME) selaku salah satu sumber acuan utama harga dan likuiditas emas di dunia. Gangguan teknis tersebut sudah berhasil diatasi oleh CME, sehingga spread pada produk Gold kini sudah kembali normal.


OIL

Harga Oil (CLS10) naik $1,49 ke US$59,96 per barel pada sesi Eropa. Sentimen positif berasal dari keputusan OPEC+ yang kembali menegaskan penundaan peningkatan produksi hingga kuartal pertama 2026.

Sentimen positif ini berpotensi mendukung kenaikan Oil pada perdagangan sesi AS.


EURUSD

EURUSD naik 260 poin atau 26 pip ke 1,16236 pada perdagangan sesi Eropa. Dolar AS yang terus tertekan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed masih menjadi katalis positif bagi EURUSD.

Namun, jika data ISM PMI manufaktur AS malam ini dirilis di bawah angka 50, EURUSD berpotensi melanjutkan kenaikan. Sebab dolar AS akan mendapatkan tekanan tambahan dari sinyal ekonomi Amerika Serikat yang masih lemah.



GBPUSD

GBPUSD bergerak volatil di rentang 1,32051–1,32481 pada awal sesi Eropa. Tekanan pada dolar AS masih memberikan sentimen positif, namun kenaikan GBPUSD sedikit tertahan oleh potensi aksi profit taking setelah reli kuat pekan lalu.

Jika data PMI manufaktur AS malam ini dirilis masih jauh di bawah angka 50, GBPUSD berpotensi mendapat sentimen positif.


USDJPY

USDJPY turun 936 poin atau 93,6 pip ke 155,228 pada sesi Eropa. Yen terus menguat didukung peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada bulan ini, sementara dolar AS masih berada dalam tekanan.

Tekanan bagi dolar AS berpotensi semakin besar jika data ISM PMI manufaktur AS dirilis jauh di bawah angka 50. Hal ini berpotensi menekan USDJPY pada perdagangan malam ini.



NASDAQ

Nasdaq turun 290 indeks poin ke 25.193 pada perdagangan sesi Eropa. Aksi profit taking setelah reli kuat pekan lalu masih menjadi faktor utama. Selain itu, meningkatnya kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi dan AI yang dinilai terlalu tinggi turut memberi tekanan tambahan.

Jika data ekonomi AS malam ini dirilis jauh di bawah angka 50 poin, Nasdaq berpotensi memangkas pernurunan. Sebab, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed akan semakin kuat, dan menjadi sentimen positif ke Nasdaq.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: Nomor 178/
BAPPEBTI/SI/I/2003
Otoritas Jasa Keuangan: Nomor S-126/PM.02/2025
Bank Indonesia: Nomor 27/214/DPPK/Srt/B
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: Nomor 010/SPKB/ICDX/DIR/
III/2010
Bursa Berjangka Jakarta: Nomor SPAB-044/BBJ/03/02
Indonesia Clearing House: Nomor 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
Kliring Berjangka Indonesia: Nomor 14/AK-KBI/III/2003
MEDIA SOSIAL
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga