|
Updated Rabu, 3 Desember 2025 |
|
Updated Rabu, 3 Desember 2025 |
Pasar kembali dihantui volatilitas tinggi pada perdagangan sesi Eropa Rabu (3/12/2025). Tidak ada perubahan berarti dari sisi fundamental. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pekan depan masih menjadi pendorong utama, didukung oleh berbagai sinyal dovish dari pejabat The Fed dan potensi Presiden Amerika Serikat (AS) memilih sosok yang mendukung penurunan suku bunga sebagai Gubernur The Fed berikutnya.
Pada perdagangan malam ini, fokus pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi penting yang dapat memperjelas arah kebijakan moneter The Fed ke depannya dan potensi pemangkasan suku bunga pada pekan depan. Beriku data Trading Central:
Data tenaga kerja (employment change) AS versi ADP (Nov) pukul 20:15; forecast 15.000 vs sebelumnya 42.000
PMI jasa AS versi ISM (Nov) pukul 22:00; forecast 52,3 vs sebelumnya 52,4.
GOLD
Harga Gold (XAUUSD) berbalik melemah US$8,21 atau 82 pip ke US$4.197,04 per troy ons pada perdagangan sesi Eropa. Aksi profit taking masih membayangi setelah lonjakan harga signifikan pada pekan lalu.
Meski demikian, dari sisi sentimen, peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada pekan depan tetap menjadi penopang penting bagi Gold.
Pada malam ini, perhatian pasar akan tertuju pada data tenaga kerja AS. Jika data ADP employment dirilis lebih rendah dari forecast, hal itu mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja dan berpotensi memberikan sentimen positif tambahan bagi Gold.
Sebagai informasi, spread pada produk Gold (XAUUSD) sempat melebar pada Jumat lalu (28 November 2025) seiring dengan gangguan teknis yang dialami Chicago Mercantile Exchange (CME) selaku salah satu sumber acuan utama harga dan likuiditas emas di dunia. Gangguan teknis tersebut sudah berhasil diatasi oleh CME, sehingga spread pada produk Gold kini sudah kembali normal.
OIL
Harga Oil (CLS10) naik US$0,9 ke US$59,48 per barel pada sesi Eropa. Tekanan terhadap dolar AS akibat prospek pemangkasan suku bunga The Fed mendorong harga Oil, karena membuat komoditas tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Namun, sentimen negatif dari perkembangan perundingan damai Rusia–Ukraina tetap membayangi pasar. Jika sanksi terhadap Rusia dicabut, pasokan minyak Rusia berpotensi kembali membanjiri pasar global, meningkatkan risiko oversupply.
Sentimen campuran ini diperkirakan masih akan memengaruhi Oil pada sesi AS.
EURUSD
EURUSD melanjutkan kenaikan 318 poin atau 31,8 pip ke 1,16543 pada sesi Eropa. Pelemahan dolar AS dan data inflasi zona euro yang terakselerasi pada November menjadi pendorong utama.
Namun, data Producer Price Index (PPI) zona euro dirilis -0,5%, lebih rendah dari forecast -0,4% dan sebelumnya -0,2%. Pelemahan dari sisi produsen ini dapat menimbulkan tekanan baru.
Jika data tenaga kerja AS malam ini dirilis lebih rendah dari ekspektasi, EURUSD berpotensi mendapat dorongan naik tambahan.
GBPUSD
GBPUSD naik 798 poin atau 79,8 pip ke 1,32865 pada sesi Eropa. Pelemahan dolar AS akibat prospek pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor utama.
Namun tanpa rilis data penting dari Inggris, pergerakan GBPUSD akan sepenuhnya didominasi oleh dolar AS. Jika data tenaga kerja AS lebih buruk dari forecast, GBPUSD berpotensi melanjutkan kenaikan pada sesi AS.
USDJPY
USDJPY turun 234 poin atau 23 pip ke 155,560 pada sesi Eropa. Dolar AS masih tertekan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, sementara yen mendapat sentimen positif dari peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) bulan ini.
Jika data tenaga kerja AS dirilis lebih lemah dari yang diantisipasi, USDJPY berpotensi mendapat tekanan tambahan pada sesi malam.
NASDAQ
Nasdaq naik 38 poin ke 25.644 pada sesi Eropa. Rebound yang terjadi pada saham-saham teknologi terus menjadi pendorong utama, didukung prospek pemangkasan suku bunga The Fed pekan depan.
Jika data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan, peluang pemangkasan suku bunga semakin besar dan Nasdaq berpotensi melanjutkan kenaikan pada sesi malam.

