|
Updated Selasa, 2 Desember 2025 |
|
Updated Selasa, 2 Desember 2025 |
Volatilitas tinggi di pasar finansial berlanjut memasuki Desember 2025. Berbagai sentimen seperti memburuknya perekonomian AS, AI bubble hingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed masih mempengaruhi pergerakan pasar sejak November lalu dan masih berlanjut hingga saat ini.
Pada perdagangan sesi Eropa, rilis data inflasi (consumer price index/CPI) juga akan mempengaruhi pergerakan pasar. Berikut data dari Trading Central:
CPI zona euro (year-on-year/Nov) pukul 17:00 WIB; forecast 2,1% vs sebelumnya 2,1%
Core CPI zona euro (year-on-year/Nov) pukul 17:00 WIB; forecast 2,3% vs sebelumnya 2,4%
GOLD
Harga Gold (XAUUSD) bergerak volatil dalam rentang US$4.205-US$4.264 per troy ons awal pekan kemarin sebelum menutup perdagangan di US$4.231,65 per troy ons. Pagi ini Gold sempat anjlok ke US$4.198 sebelum rebound.
Pergerakan besar pagi ini menunjukkan volatilitas Gold yang masih tinggi. Kenaikan tajam harga Gold pada tahun ini kerap kali memicu aksi profit taking yang membuat Gold bisa tiba-tiba turun tajam dalam waktu singkat.
Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 11 Desember mendatang masih mendongkrak kinerja Gold. Sentimen-sentimen tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan Gold pada perdagangan sesi Eropa.
Sebagai informasi, spread pada produk Gold (XAUUSD) sempat melebar pada Jumat lalu (28 November 2025) seiring dengan gangguan teknis yang dialami Chicago Mercantile Exchange (CME) selaku salah satu sumber acuan utama harga dan likuiditas emas di dunia. Gangguan teknis tersebut sudah berhasil diatasi oleh CME, sehingga spread pada produk Gold kini sudah kembali normal.
OIL
Harga Oil (CLS10) naik lebih US$1 ke US$ 59,49 per barel pada perdagangan Senin kemarin. Harga Oil naik mendapat sentimen positif dari OPEC yang memutuskan untuk tidak menaikkan tingkat produksi pada kuartal I-2026, serta Ukraina yang menyerang fasilitas Oil Rusia. Hal tersebut berpotensi mengganggu supply dari Rusia.
Sentimen tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan Oil pada perdagangan sesi Eropa.
EURUSD
EURUSD sempat melesat ke level tertinggi 2 pekan awal pekan kemarin sebelum memangkas kenaikan tersebut dan menutup perdagangan di 1,16064. Pergerakan ini menunjukkan pelaku pasar menanti rilis data CPI zona euro hari ini.
Jika data CPI menunjukkan perlambatan, EURUSD berpotensi tertekan. Sebab Melambatnya pertumbuhan inflasi akan memperbesar peluang bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) kembali menurunkan suku bunga.
GBPUSD
GBPUSD bergerak dalam volatilitas tinggi sebelum akhirnya ditutup melemah 243 poin ke 1,32069 pada perdagangan Senin kemarin. Pelemahan ini disebabkan oleh aksi profit taking yang masih berlanjut setelah reli kuat pada pekan lalu.
Dari sisi fundamental, pejabat Bank of England (BoE) Megan Greene menyatakan bahwa proses disinflasi di Inggris masih terus berlangsung. Pernyataan ini membuat pasar melihat peluang pemangkasan suku bunga BoE dalam waktu dekat.
Sentimen tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap GBPUSD pada perdagangan sesi Eropa.
USDJPY
USDJPY anjlok 761 poin atau 76,1 pip ke 155,403 pada perdagangan kemarin. Yen terus menguat setelah Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda memberikan sinyal kuat bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan dilakukan bulan ini.
Sementara itu, dolar AS masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed), ditambah data aktual ISM Manufacturing PMI AS yang menunjukkan pelemahan.
Kombinasi sentimen ini diperkirakan masih akan menekan USDJPY pada perdagangan sesi Eropa.
NASDAQ
Nasdaq sempat turun ke 25.193 namun berhasil memangkas pelemahannya dan akhirnya ditutup melemah 84 indeks poin ke 25.399 pada perdagangan kemarin. Tekanan muncul dari data PMI manufaktur AS yang memburuk, sehingga memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Selain itu, aksi profit taking pada saham-saham teknologi dan emiten terkait AI diperkirakan masih berlanjut setelah reli signifikan pekan lalu.
Sentimen-sentimen tersebut tetap mempengaruhi pergerakan Nasdaq pada sesi Eropa hari ini.

