SUPPORT CENTER     021-50996650 / 021-50928899     Log in
Berita Nasdaq Pecah Rekor Lagi di 19.269; Gold Naik 2 Hari Beruntun
Breaking News

Nasdaq Pecah Rekor Lagi di 19.269; Gold Naik 2 Hari Beruntun

Updated Rabu, 12 Juni 2024

Nasdaq kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa menjelang rilis data inflasi (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat pada Rabu (12/6/2024) dan disusul pengumuman kebijakan moneter The Fed pada Kamis dini hari.

Nasdaq memecahkan rekor tertinggi sejak Selasa kemarin, dan menutup perdagangan di 19.247 naik 141 indeks poin dibandingkan penutupan Senin. Pada perdagangan pagi ini Nasdaq kembali memecahkan rekor tertinggi di 19.269.

Kenaikan Nasdaq dipicu melesatnya saham Apple yang juga mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Produsen iPhone ini merupakan emiten dengan bobot terbesar kedua di Nasdaq di bawah Microsoft; kenaikan sahamnya bisa mendongkrak kinerja Nasdaq.

Perhatian hari ini tertuju pada rilis data CPI Amerika Serikat pada pukul 19:30 WIB yang bisa memicu pergerakan besar. Sebab, data tersebut bisa memberikan gambaran apakah inflasi di Amerika Serikat kembali dalam tren penurunan atau masih “lengket”.

Forecast di Trading Central menunjukkan CPI pada Mei tumbuh 3,4% year-on-year (YoY) sama dengan bulan sebelumnya. Begitu juga dengan CPI inti yang diperkirakan tumbuh 3,6% YoY, sama dengan pertumbuhan April.

Rilis tersebut tidak hanya berdampak ke Nasdaq tetapi juga ke semua produk. Gold misalnya yang mampu naik dua hari terakhir setelah anjlok pada Jumat pekan lalu tentunya akan mengalami pergerakan besar lagi. Apalagi, The Fed akan mengumumkan kebijakan moneter pada Kamis pukul 1:00 WIB.

Pelaku pasar saat ini mulai ragu The Fed akan memangkas suku bunga pada September. Data dari perangkat FedWatch menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga berada di kisaran 53%, turun jauh dari pekan lalu sebelum rilis data non-farm payrolls (NFP) sekitar 70%.

Rilis data CPI yang sesuai dengan forecast atau lebih tinggi bisa semakin menurunkan probabilitas pemangkasan suku bunga tersebut yang bisa menjadi sentimen negatif ke indeks saham dan komoditas terutama Gold. Sementara dolar AS akan kembali perkasa.

Berita Terkait

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX
LEGALITAS
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi: 178/BAPPEBTI/SI/I/2003
Bursa Berjangka Jakarta: No. SPAB-044/BBJ/03/02
Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia: No. 010/SPKB/ICDX/Dir/III/2010
Kliring Berjangka Indonesia: No. 14/AK-KBI/III/2003
Indonesia Clearing House: 003/SPKK/ICH-MIF/VII/2017
MEDIA SOSIAL
PT Monex Investindo Futures beroperasi berdasarkan izin dan berada di bawah pengawasan BAPPEBTI, merupakan anggota bursa BBJ dan BKDI dan anggota kliring berjangka KBI & Indonesia Clearing House.
LOGIN
Email
Password
FORGOT PASSWORD
Scan QR untuk Download Aplikasi MIFX Sekarang Juga