Detail Berita
Ketidakpastian Global Jaga Minat Gold
06 Januari 2026 • 17:26 WIB
Pasar masih bergerak volatil pada perdagangan sesi Eropa Selasa (6/1/2025). Tidak terdapat perubahan signifikan dari sisi fundamental, di mana ketidakpastian kepemimpinan pemerintahan Venezuela pasca tertangkapnya Presiden Venezuela Nicolas Maduro akibat operasi militer Amerika Serikat (AS) masih menjadi penggerak utama pasar.Di sisi lain, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez, yang secara konstitusi seharusnya mengambil alih kepemimpinan sementara menepis hal tersebut dengan menegaskan bahwa Maduro tetap menjadi satu-satunya Presiden Venezuela. Pernyataan ini mencerminkan struktur kekuasaan internal yang masih solid dan berpotensi menimbulkan ketegangan lanjutan, sehingga menambah ketidakpastian geopolitik global.Dari sisi ekonomi, data aktual ISM PMI Manufacturing Amerika Serikat (AS) Desember juga menjadi perhatian pasar. Data tersebut menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi yang cukup tajam dan berada di bawah ekspektasi. Kondisi ini mendorong ekspektasi pasar terhadap peluang Federal Reserve (The Fed) melakukan pemangkasan suku bunga yang lebih agresif pada tahun ini.Sentimen-sentimen ini akan berlanjut mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi AS. Rilis data ekonomi penting juga perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:
Inflasi Jerman (month-on-month/MoM) (Des) pukul 20:00 WIB; forecast 0,4% vs sebelumnya -0,2%
Inflasi Jerman (year-on-year/YoY) (Des) pukul 20:00 WIB; forecast 2,2% vs sebelumnya 2,3%
GOLDHarga Gold (XAUUSD) bergerak volatil dalam rentang US$4.428,01–US$4.475,67 per troy ons selama perdagangan sesi Eropa. Ketidakpastian pasar, khususnya terkait krisis kepemimpinan Venezuela pasca penangkapan Presiden Maduro, masih menjadi sentimen positif bagi Gold sebagai aset safe haven.Sentimen ini berpotensi terus menopang pergerakan Gold pada perdagangan sesi AS.OILHarga Oil (CLS10) bergerak volatil dalam kisaran US$57,83–US$58,66 per barel pada perdagangan sesi Eropa. Secara fundamental, Oil masih mendapatkan sentimen positif setelah OPEC+ kembali menahan peningkatan produksi pada kuartal pertama tahun ini.Selain itu, pernyataan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez yang menegaskan Maduro tetap berkuasa meningkatkan kekhawatiran akan potensi perlawanan internal terhadap upaya AS dalam meningkatkan produksi minyak Venezuela. Kedua faktor tersebut membantu meredakan kekhawatiran oversupply global.Sentimen ini masih berpotensi menopang harga Oil pada perdagangan sesi AS.EURUSDEURUSD berbalik arah melemah 109 poin atau 10,9 pip ke level 1,17080, setelah sempat menguat hingga 1,17429 pada perdagangan sesi Eropa. Pelemahan terjadi seiring dolar AS yang berhasil memangkas penurunan jangka pendek.Namun demikian, secara fundamental dolar AS masih berada di bawah tekanan akibat kontraksi tajam sektor manufaktur AS. Oleh karena itu, potensi pelemahan lanjutan dolar AS masih terbuka.Pada perdagangan sesi AS, rilis data inflasi Jerman perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast dan mengindikasikan perlambatan inflasi, EURUSD berpotensi kembali mendapatkan tekanan.GBPUSDGBPUSD juga berbalik arah melemah 72 poin atau 7 pip ke 1,35278, setelah sempat menguat hingga 1,35674 pada sesi Eropa. Pergerakan ini sejalan dengan pemulihan sementara dolar AS.Meski demikian, tekanan terhadap dolar AS akibat kontraksi sektor manufaktur AS masih berpotensi mendorong GBPUSD untuk kembali menguat pada perdagangan sesi AS.USDJPYUSDJPY bergerak volatil dalam rentang 156,161–156,789 pada perdagangan sesi Eropa. Pergerakan dipengaruhi oleh tekanan pada dolar AS akibat pelemahan sektor manufaktur, sementara yen mendapatkan sentimen positif dari nada hawkish Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda.Kombinasi sentimen tersebut berpotensi mendorong naik USDJPY di perdagangan sesi AS.NASDAQNasdaq bergerak volatil dalam rentang 25.527–25.637 selama perdagangan sesi Eropa. Sentimen utama masih berasal dari ekspektasi bahwa The Fed berpeluang memangkas suku bunga lebih agresif pada tahun ini, terutama setelah data ISM PMI Manufacturing AS menunjukkan kontraksi yang lebih dalam dari perkiraan.Selain itu, saham Tesla mengalami rebound setelah Presiden Trump memberikan pujian terhadap proyek Optimus robotic humanoid, yang turut menopang pergerakan indeks teknologi tersebut.Sentimen-sentimen ini masih berpotensi mendorong Nasdaq pada perdagangan sesi AS.
Berita Terkait
Aktual Sentimen Konsumen AS 48,2 vs Forecast 50; Gold Volati...
Amerika Serikat kembali merilis data ekonomi penting, yaitu Sentimen Konsumen, yang tercatat sebesar 48,2. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkira
•

Seller Kuasai USDJPY, Peluang Penurunan Masih Terbuka
USDJPY mulai menunjukkan tekanan jual yang semakin kuat setelah berhasil keluar dari fase sideways yang sebelumnya dibatasi oleh area support dan resi
•

Aktual Non Farm Payroll (NFP) AS 115K vs Forecast 95K; Gold...
Amerika Serikat kembali menjadi sorotan pasar setelah merilis data Non-Farm Payroll (NFP) sebesar 115K. Angka tersebut memang lebih baik dibandingkan
•

Nasdaq Masih Bullish, Buyer Terus Dominasi Pasar
Nasdaq masih didominasi buyer pada time frame 1 jam dengan pergerakan harga yang bertahan dekat resistance kunci. Struktur pasar yang membentuk pola h
•
