Detail Berita
Pasar Stabil Menjelang Rilis NFP AS; Gold Tertekan Profit Taking
09 Januari 2026 • 12:23 WIB
Pasar bergerak relatif stabil pada awal perdagangan Jumat (9/1/2026). Data aktual klaim tunjangan pengangguran Amerika Serikat (AS) periode 3 Januari tercatat 208.000, sedikit lebih tinggi dibanding forecast Trading Central 205.000 dan sebelumnya 200.000. Namun, perlu dicatat bahwa proyeksi dari sejumlah institusi lain berada di kisaran 212.000, sehingga data aktual masih tergolong lebih baik dari ekspektasi luas pasar.
Selain itu, data Challenger Job Cuts menunjukkan pemutusan hubungan kerja (PHK) AS pada Desember turun tajam menjadi 35.553, level terendah sejak Juli 2024. Kombinasi kedua data ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS masih relatif solid, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan bertahap.
Pasar saat ini masih memperkirakan Federal Reserve (The Fed) berpeluang melakukan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini. Namun, seiring data ekonomi AS yang masih bercampur, pelaku pasar menilai pemangkasan suku bunga belum akan dilakukan dalam waktu dekat, khususnya pada Januari. Fokus utama pasar hari ini akan sepenuhnya tertuju pada rilis data non-farm payrolls (NFP) AS Desember, yang berpotensi menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Di sisi lain, tensi geopolitik global masih menjadi sumber ketidakpastian. Ketegangan antara AS dan Venezuela terus berlanjut, ditambah dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Greenland.
Sentimen-sentimen tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi Eropa. Rilis data ekonomi pada hari ini juga perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:
Produksi industri Jerman (month-on-month/Nov) pukul 14:00 WIB; forecast -0,4% vs sebelumnya 1,8%
Penjualan ritel zona euro (year-on-year/Nov) pukul 17:00 WIB; forecast 1,9% vs sebelumnya 1,5%
Non-farm payrolls (NFP) AS (Des) pukul 20:30 WIB; forecast 60.000 vs sebelumnya 64.000
GOLDHarga Gold (XAUUSD) berbalik arah naik US$21,06 atau 210 pip ke US$4.477,21 per troy ons, setelah sebelumnya sempat turun menyentuh US$4.407,69 pada perdagangan Kamis. Kenaikan ini masih didorong oleh ketidakpastian geopolitik global, khususnya tensi AS–Venezuela serta rencana Presiden AS Donald Trump yang mempertimbangkan opsi militer terkait Greenland, yang meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Di sisi lain, pasar masih melihat peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak dua kali tahun ini, meskipun pemangkasan tersebut diperkirakan belum akan dilakukan dalam waktu dekat seiring data ekonomi AS yang masih menunjukkan hasil bercampur.
Menjelang perdagangan sesi Eropa, Gold kembali tertekan oleh potensi aksi profit taking, mengingat pelaku pasar cenderung menunggu kejelasan arah pasar sebelum rilis data NFP AS malam ini.
Pada perdagangan sesi Eropa, tekanan akibat profit taking masih berpotensi berlanjut. Namun, penurunan Gold diperkirakan tetap terbatas selama tensi geopolitik global masih menyelimuti pasar.
OILHarga Oil (CLS10) melonjak tajam $2,01 ke $58,39 per barel pada perdagangan Kamis. Penguatan dipicu oleh rencana AS menyusun undang-undang yang akan mengenakan sanksi berat terhadap pembeli minyak Rusia yang terkena sanksi. Kebijakan ini berpotensi membatasi pasokan minyak Rusia ke pasar global, sehingga meredakan kekhawatiran oversupply.
Selain itu, data ekonomi AS juga mengindikasikan peningkatan permintaan minyak, yang turut menopang harga.
Menjelang perdagangan sesi Eropa, Oil mengalami koreksi terbatas. Namun, sentimen positif yang masih mendominasi berpotensi mendorong harga kembali menguat.
EURUSDEURUSD turun 171 poin atau 17 pip ke 1,16560, mencatatkan penurunan lima hari beruntun pada perdagangan Kamis. Tekanan berasal dari dolar AS yang mendapatkan dukungan jangka pendek seiring data pasar tenaga kerja AS yang masih cukup solid.
Menjelang sesi Eropa, EURUSD bergerak volatil dalam rentang 1,16460–1,16624. Data ekonomi zona euro yang mulai menunjukkan perbaikan memberikan sentimen positif, namun penguatan dolar AS masih membatasi ruang kenaikan.
Kombinasi sentimen yang berlawanan ini berpotensi membuat EURUSD tetap bergerak volatil pada perdagangan sesi Eropa. Namun perlu diperhatikan rilis data penjualan ritel zona euro. Jika data aktual lebih tinggi dibanding forecast, EURUSD berpotensi terdorong naik.
GBPUSDGBPUSD turun 168 poin atau 16,8 pip ke 1,34333, mencatatkan penurunan tiga hari beruntun. Tekanan masih berasal dari penguatan dolar AS yang didukung oleh kondisi pasar tenaga kerja AS yang relatif solid.
Menjelang sesi Eropa, GBPUSD bergerak volatil dalam kisaran 1,34239–1,34405. Tanpa rilis data ekonomi penting dari Inggris, pergerakan pasangan mata uang ini masih akan didominasi oleh dinamika dolar AS, dengan potensi tekanan lanjutan.
USDJPYUSDJPY naik 106 poin atau 10 pip ke 156,787, mencatatkan kenaikan tiga hari beruntun dan masih berlanjut hari ini. Tekanan pada yen berasal dari data upah riil Jepang yang turun 2,8%, akibat inflasi yang melampaui pertumbuhan upah. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Bank of Japan (BoJ) untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.
Di sisi lain, penguatan dolar AS yang didukung oleh pasar tenaga kerja AS yang masih solid turut mendorong kenaikan USDJPY.
Sentimen-sentimen ini berpotensi terus menopang USDJPY pada perdagangan sesi Eropa.
NASDAQNasdaq turun 124 indeks poin ke 25.711 pada perdagangan Kamis dan masih melanjutkan penurunan hari ini. Tekanan berasal dari aksi profit taking yang berlanjut setelah reli sebelumnya. Selain itu, data pasar tenaga kerja AS yang relatif kuat memberikan sentimen negatif jangka pendek bagi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Sentimen tersebut berpotensi terus membebani Nasdaq pada perdagangan sesi Eropa, menjelang rilis data NFP AS malam ini.
Berita Terkait
Aktual Stok Oil AS -4,306M vs Forecast -2,1M; Oil Menguat
Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat merilis data stok minyak mentah (Crude Oil Inventories) yang menunjukkan penurunan cukup tajam
•

GBPUSD Bersiap Uji Support 1,34430 di Tengah Tekanan Jual
GBPUSD menunjukkan potensi pelemahan lanjutan setelah harga berhasil menembus area support pola segitiga pada grafik satu jam. Breakdown tersebut menj
•

Aktual Inflasi Produsen YoY AS 6% vs Forecast 4,7%; Gold Mel...
Amerika Serikat kembali merilis data ekonomi penting yang menunjukkan tekanan inflasi produsen masih cukup tinggi. Data Producer Price Index (PPI) YoY
•

Nasdaq Masih Dominan Bullish, Peluang Rally Belum Berakhir
Nasdaq pada time frame satu jam masih bergerak dalam tren bullish yang solid dengan struktur harga higher high (HH) dan higher low (HL) yang terus ter
•
