panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Amerika

Data NFP AS Menjadi Fokus Utama; Gold Berpotensi Naik

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

09 Januari 202617:51 WIB


Pasar bergerak relatif stabil pada perdagangan sesi Eropa Jumat (9/1/2026). Dari sisi fundamental, belum terdapat perubahan signifikan. Namun, tensi geopolitik global masih menjadi sumber ketidakpastian, terutama setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Situasi ini menimbulkan ketidakjelasan kepemimpinan di negara tersebut.

Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk penggunaan kekuatan militer untuk menguasai Greenland turut memperkeruh sentimen geopolitik global.

Di sisi lain, data pasar tenaga kerja AS dari indikator swasta masih mengindikasikan kondisi tenaga kerja yang relatif solid. Hal ini memperkuat pandangan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari. Meski demikian, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang tahun ini masih berada di kisaran dua kali pemangkasan.

Fokus utama pasar pada perdagangan sesi AS akan sepenuhnya tertuju pada rilis data non-farm payrolls (NFP) AS Desember, yang berpotensi menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Data Trading Central:

  • Non-farm payrolls (NFP) AS (Des) pukul 20:30 WIB; forecast 60.000 vs sebelumnya 64.000

GOLDHarga Gold (XAUUSD) berhasil memangkas penurunan setelah sempat menyentuh level terendah US$4.452,88 per troy ons, dan diperdagangkan di kisaran US$4.470 per troy ons selama sesi Eropa. Sentimen positif masih diperoleh dari meningkatnya ketidakpastian geopolitik, terutama konflik AS–Venezuela serta rencana AS untuk menguasai Greenland dengan opsi penggunaan kekuatan militer, yang mendorong kembali permintaan aset safe haven.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data NFP AS berpotensi memicu volatilitas tinggi pada harga Gold. Jika data aktual dirilis lebih rendah dibanding forecast, sehingga mengindikasikan perlambatan pasar tenaga kerja AS, Gold berpotensi kembali terdorong naik.

OILHarga Oil (CLS10) turun $0,50 ke $57,89 per barel pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan terutama berasal dari aksi profit taking setelah reli tajam pada perdagangan sebelumnya.

Meski demikian, sentimen positif masih menopang harga Oil. Rencana AS menyusun undang-undang untuk mengenakan sanksi berat terhadap pembeli minyak Rusia yang terkena sanksi berpotensi membatasi pasokan minyak Rusia ke pasar global, sehingga meredakan kekhawatiran oversupply. Selain itu, data ekonomi AS juga mengindikasikan peningkatan permintaan minyak.

Pada sesi AS, tekanan akibat profit taking masih berpotensi berlanjut, namun ruang penurunan diperkirakan tetap terbatas oleh sentimen fundamental yang mendukung.

EURUSDEURUSD turun 159 poin atau 15,9 pip ke 1,16401 pada perdagangan sesi Eropa. Padahal, data ekonomi zona euro menunjukkan sinyal positif, dengan produksi industri Jerman November tercatat 0,8% (lebih baik dari forecast -0,4%), serta penjualan ritel zona euro (YoY/Nov) sebesar 2,3%, lebih tinggi dari forecast dan sebelumnya 1,9%. Data ini mengindikasikan pemulihan ekonomi di Jerman dan kawasan zona euro.

Namun, penguatan dolar AS yang didukung oleh data pasar tenaga kerja AS yang masih solid tetap memberikan tekanan pada EURUSD.

Pada perdagangan sesi AS, pergerakan EURUSD akan sangat ditentukan oleh rilis data NFP AS. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, EURUSD berpotensi berbalik arah menguat seiring pelemahan dolar AS.

GBPUSDGBPUSD juga tertekan, turun 266 poin atau 26 pip ke 1,34067 pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan datang dari penguatan dolar AS yang ditopang oleh data tenaga kerja AS yang relatif solid.

Rilis data NFP AS akan menjadi faktor penentu. Jika data aktual berada di bawah forecast, dolar AS berpotensi terkoreksi, sehingga membuka peluang GBPUSD berbalik arah naik.

USDJPYUSDJPY melonjak tajam 948 poin atau 94,8 pip ke 157,735 pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan pada yen masih berasal dari penurunan upah riil Jepang yang berada di bawah laju inflasi, sehingga membatasi ruang Bank of Japan (BoJ) untuk memperketat kebijakan moneter.

Di sisi lain, penguatan dolar AS yang didukung oleh kondisi pasar tenaga kerja AS yang solid turut memperkuat kenaikan USDJPY.

Pada sesi AS, rilis data NFP AS perlu dicermati. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, dolar AS berpotensi melemah dan membuka peluang koreksi jangka pendek pada USDJPY.

NASDAQNasdaq berbalik arah naik 25 indeks poin ke 25.736 pada perdagangan sesi Eropa, setelah sebelumnya sempat turun menyentuh 25.627. Optimisme pasar bahwa The Fed masih berpeluang memangkas suku bunga setidaknya dua kali sepanjang tahun ini, meskipun belum pada Januari, menjadi penopang pergerakan indeks.

Pada perdagangan sesi AS, fokus utama tetap pada rilis data NFP AS. Jika data aktual lebih rendah dibanding forecast, peluang pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih agresif akan semakin terbuka, sehingga Nasdaq berpotensi melanjutkan kenaikan.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close