panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Eropa

Kekhawatiran Pasar Mendorong Gold Mendekati US$5.000

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

23 Januari 202612:14 WIB


Pasar bergerak relatif stabil pada awal perdagangan Jumat (23/1/2026). Fokus pelaku pasar tertuju pada data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS November yang dirilis di level 2,8%, lebih tinggi dibanding forecast maupun periode sebelumnya 2,7%. Data ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski demikian, pasar masih menyimpan kekhawatiran terhadap arah inflasi. Sejauh ini, konsensus pelaku pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed setidaknya dua kali sepanjang tahun ini, walaupun tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Ketidakpastian bertambah dengan sinyal bahwa Presiden AS Donald Trump berpotensi menunjuk kandidat yang lebih dovish untuk menggantikan Gubernur The Fed Jerome Powell. Kekhawatiran terhadap independensi The Fed juga masih membayangi, seiring dengan berlanjutnya isu hukum yang melibatkan Powell.

Dari pasar obligasi, aksi jual pada obligasi Jepang turut menyeret US Treasury, terutama setelah dana pensiun Denmark mengumumkan rencana keluar dari Treasury AS. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian pasar global dan menggerus kepercayaan terhadap aset safe haven tradisional.

Di sisi geopolitik, tensi AS–Eropa relatif mereda setelah tercapainya kesepakatan yang memberikan AS hak keterlibatan dalam mineral Greenland serta penempatan sistem pertahanan untuk melindungi AS dari ancaman rudal jarak jauh. Presiden Trump juga telah mencabut ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa, sehingga meredakan tekanan geopolitik sebelumnya.

Sentimen-sentimen tersebut masih berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi Eropa. Sejumlah rilis data ekonomi penting juga perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central: 

  • Penjualan ritel Inggris (month-on-month/Des) pukul 14:00 WIB; forecast -0,2% vs sebelumnya -0,1%

  • PMI manufaktur Jerman (Jan) pukul 15:30 WIB; forecast 48,5 vs sebelumnya 47

  • PMI jasa Inggris (Jan) pukul 16:30 WIB; forecast 51,5 vs sebelumnya 51,4 

GOLD Harga Gold (XAUUSD) melonjak US$105,15 atau 1.051 pip ke US$4.936,14 per troy ons pada perdagangan Kamis, sekaligus sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.940,56. Menjelang perdagangan sesi Eropa, Gold melanjutkan kenaikan dan kembali mencetak rekor baru di US$4.967,13.

Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran inflasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed setidaknya dua kali tahun ini, serta potensi perubahan kepemimpinan The Fed ke arah yang lebih dovish. Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS juga menjadi faktor penopang utama.

Selain itu, aksi jual obligasi Jepang yang menyeret US Treasury, ditambah rencana dana pensiun Denmark keluar dari Treasury AS, mengurangi daya tarik obligasi sebagai safe haven, sehingga Gold semakin diincar sebagai alternatif lindung nilai.

Namun demikian, meredanya tensi AS–Eropa setelah tercapainya kesepakatan Greenland dan pencabutan ancaman tarif Trump membatasi ruang kenaikan Gold.

Dengan sentimen yang bercampur, Gold berpotensi bergerak volatil pada perdagangan sesi Eropa, dengan kecenderungan tetap menguat, meskipun kenaikan berpotensi terbatas.

OILHarga Oil (CLS10) anjlok $1,01 ke $59,66 per barel pada perdagangan Kamis. Tekanan datang dari sinyal kemajuan perundingan damai antara Ukraina dan Rusia, yang kembali memunculkan kekhawatiran oversupply. Meredanya tensi AS–Iran turut membuka peluang kembalinya pasokan minyak Iran ke pasar global.

Namun, menjelang perdagangan sesi Eropa, Oil mencoba rebound setelah Presiden AS Donald Trump mengirim armada ke Iran sebagai peringatan terkait isu nuklir dan pembunuhan demonstran. Langkah ini kembali meningkatkan risiko geopolitik dan potensi gangguan pasokan minyak Iran.

Sentimen tersebut berpotensi menopang kenaikan Oil pada perdagangan sesi Eropa.

EURUSDEURUSD melonjak 678 poin atau 67,8 pip ke 1,17525 pada perdagangan Kamis. Pelemahan dolar AS dipicu oleh kekhawatiran di pasar obligasi Jepang yang menyeret Treasury AS, serta isu independensi The Fed.

Menjelang sesi Eropa, EURUSD bergerak volatil di kisaran 1,17431–1,17594, seiring dolar AS mencoba rebound setelah data ekonomi AS menunjukkan perbaikan.

Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh rilis PMI Manufaktur Jerman. Jika data aktual lebih baik dari forecast, EURUSD berpotensi melanjutkan kenaikan.

GBPUSDGBPUSD melonjak 706 poin atau 70 pip ke 1,34950 pada perdagangan Kamis dan masih mencoba melanjutkan penguatan. Tekanan pada dolar AS akibat isu Treasury dan independensi The Fed menjadi pendorong utama, ditambah sentimen positif dari data ekonomi Inggris yang relatif solid.

Namun, rilis penjualan ritel Inggris perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, GBPUSD berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

USDJPYUSDJPY naik tipis 127 poin atau 12,7 pip ke 158,348 pada perdagangan Kamis dan masih berlanjut hari ini. Meskipun dolar AS masih dibayangi tekanan struktural, pelemahan yen akibat ekspektasi kebijakan fiskal Jepang yang lebih ekspansif tetap menjadi faktor dominan.

Upaya rebound dolar AS yang didukung data ekonomi AS berpotensi mendorong USDJPY melanjutkan kenaikan pada perdagangan sesi Eropa.

NASDAQNasdaq naik 121 indeks poin ke 25.629 pada perdagangan Kamis dan masih melanjutkan penguatan. Sentimen positif terutama berasal dari pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang, yang menegaskan bahwa permintaan penyimpanan data berbasis AI masih sangat kuat.

Sentimen ini berpotensi terus menopang Nasdaq pada perdagangan sesi Eropa, meskipun volatilitas pasar global tetap perlu diwaspadai.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close