panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Amerika

Ketidakpastian Pasar Meningkat, Gold Cetak Rekor US$5.111

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

26 Januari 202617:34 WIB


Pasar masih dilanda volatilitas selama perdagangan sesi Eropa Senin (26/1/2026). Sentimen fundamental yang mempengaruhi pergerakan pasar relatif belum berubah, dengan fokus utama tertuju pada risiko government shutdown Amerika Serikat (AS). Senat AS menyatakan tidak akan meloloskan paket pendanaan pemerintah, sementara undang-undang pendanaan tersebut harus ditandatangani Presiden AS Donald Trump paling lambat Jumat. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian fiskal dan politik AS, sekaligus menekan kepercayaan pelaku pasar.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik dan menurunnya kepercayaan terhadap aset-aset AS kembali meningkat. Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman tarif terhadap produk Kanada yang masuk ke AS jika Kanada menjalin kesepakatan dagang dengan China. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran eskalasi konflik dagang baru dan kembali mendorong aksi jual pada aset-aset berdenominasi dolar AS.

Sentimen-sentimen tersebut berpotensi terus mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi AS. Rilis data ekonomi penting perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:

  • Pesanan barang tahan lama AS pukul 20:30 WIB; forecast 1,1% vs sebelumnya -2,2%

GOLDHarga Gold melonjak tajam US$124,89 atau 1.248,9 pip ke US$5.111,01 per troy ons pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan signifikan ini masih didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven, seiring membesarnya risiko shutdown pemerintahan AS setelah Senat menolak meloloskan paket pendanaan pemerintah menyusul insiden penembakan di Minneapolis.

Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik akibat ancaman tarif Presiden Trump terhadap Kanada kembali memperkuat daya tarik Gold sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian global dan melemahnya kepercayaan terhadap aset AS.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data pesanan barang tahan lama AS akan menjadi perhatian utama. Jika data aktual dirilis lebih tinggi dari forecast, sehingga mengindikasikan penguatan aktivitas ekonomi AS, Gold berpotensi mengalami tekanan koreksi jangka pendek, meskipun tren utama masih didukung sentimen safe haven.

OIL Harga Oil bergerak volatil dalam rentang US$60,61–US$61,69 per barel selama perdagangan sesi Eropa. Dari sisi positif, meningkatnya risiko geopolitik terkait Iran, setelah AS kembali melontarkan ancaman penggunaan kekuatan militer terkait isu nuklir dan pembunuhan demonstran, memberikan dukungan terhadap harga.

Namun, sentimen negatif juga membayangi Oil. AS disebut akan berperan sebagai mediator dalam perundingan damai Rusia–Ukraina pekan depan, yang berpotensi menghidupkan kembali kekhawatiran oversupply minyak global.

Sentimen yang saling bertolak belakang ini berpotensi membuat Oil terus bergerak volatil pada perdagangan sesi AS.

EURUSDEURUSD melonjak 715 poin atau 71 pip ke 1,18976 pada perdagangan sesi Eropa. Pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama, dipicu oleh meningkatnya risiko shutdown pemerintahan AS serta ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada 2026.

Ekspektasi dovish semakin menguat setelah Presiden Trump mengindikasikan akan memilih kandidat yang lebih dovish sebagai pengganti Gubernur The Fed Jerome Powell.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data pesanan barang tahan lama AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih tinggi dari forecast, dolar AS berpotensi mendapatkan sentimen positif jangka pendek, sehingga EURUSD berpotensi terkoreksi.

GBPUSDGBPUSD naik 416 poin atau 41 pip ke 1,36800 pada perdagangan sesi Eropa. Pelemahan dolar AS akibat risiko shutdown pemerintahan AS serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi pendorong utama penguatan pound sterling.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data pesanan barang tahan lama AS akan menjadi penentu arah jangka pendek. Jika data aktual lebih tinggi dari forecast dan dolar AS menguat, GBPUSD berpotensi mengalami koreksi terbatas.

USDJPYUSDJPY anjlok tajam 2.255 poin atau 225 pip ke 154,396 pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan berasal dari kombinasi pelemahan dolar AS dan penguatan yen.

Yen menguat seiring meningkatnya spekulasi intervensi pasar valuta asing oleh pemerintah Jepang. Laporan terbaru bahkan menyebutkan AS berencana turut serta dalam upaya intervensi guna menahan pelemahan yen.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data ekonomi AS akan menjadi faktor penentu. Jika data aktual lebih kuat dari perkiraan, USDJPY berpotensi memangkas sebagian penurunan.

NASDAQNasdaq sempat naik 63 indeks poin ke 25.741 pada perdagangan sesi Eropa, setelah sebelumnya membuka perdagangan dengan gap down. Sentimen positif masih datang dari sektor teknologi, khususnya setelah CEO Nvidia Jensen Huang menegaskan bahwa permintaan penyimpanan data berbasis AI masih kuat.

Namun, pada perdagangan sesi AS, rilis data pesanan barang tahan lama AS akan menjadi katalis utama. Jika data aktual lebih tinggi dari forecast dan memperkuat dolar AS serta ekspektasi suku bunga bertahan tinggi, Nasdaq berpotensi kembali tertekan.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close