panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Eropa

Gold Mendekati US$5.600, Kewaspadaan Pasar Jadi Pendorong

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

29 Januari 202612:40 WIB


Volatilitas masih mewarnai pasar pada awal perdagangan Kamis (29/1/2026). Keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) berjalan sesuai ekspektasi, dengan suku bunga tetap ditahan di kisaran 3,50%–3,75%. Meski demikian, pernyataan lanjutan dari dua pejabat The Fed yang masih mendorong pemangkasan suku bunga lebih lanjut semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed berpeluang memangkas suku bunga dua hingga tiga kali sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik dan perdagangan global. Uni Eropa dan India dikabarkan telah mencapai kesepakatan dagang besar yang disebut sebagai “mother of all deals”. Perkembangan ini memicu kewaspadaan pasar terhadap potensi reaksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengingat sebelumnya Trump melontarkan ancaman tarif terhadap Kanada akibat kesepakatan dagang awal Kanada–China.Dengan latar belakang tersebut, peluang Trump kembali melontarkan ancaman tarif terhadap Uni Eropa dan India terbuka lebar, terlebih India telah dikenakan tarif impor cukup tinggi oleh AS karena tetap membeli minyak dari Rusia. Di sisi lain, negara-negara Eropa juga menolak undangan Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, yang berpotensi menambah ketegangan politik.

Sentimen-sentimen ini masih berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi Eropa.

GOLDHarga Gold (XAUUSD) melonjak US$236,5 atau 2.365 pip ke US$5.417,26 pada perdagangan Rabu, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$5.419,04 per troy ons. Menjelang perdagangan sesi Eropa, Gold kembali melesat dan mencetak rekor baru di US$5.597,71, mendekati level psikologis US$5.600 per troy ons.

Penguatan Gold masih ditopang oleh pelemahan dolar AS, yang semakin mendekati level terendah empat tahun setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nilai dolar AS “baik-baik saja” meskipun mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan ini justru memperkuat persepsi pasar bahwa pelemahan dolar bukan menjadi prioritas kebijakan pemerintah AS.

Dari sisi geopolitik dan perdagangan, kesepakatan dagang besar antara Uni Eropa dan India meningkatkan spekulasi potensi reaksi keras Trump, sejalan dengan sikapnya terhadap kesepakatan Kanada–China sebelumnya. Ancaman tarif terhadap Uni Eropa dan India menjadi risiko baru, terlebih India masih membeli minyak dari Rusia dan negara-negara Eropa menolak bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Selain itu, keputusan The Fed yang menahan suku bunga, namun disertai sinyal dovish dari dua pejabat The Fed, semakin menguatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga dua hingga tiga kali sepanjang tahun ini. Kombinasi pelemahan dolar, ketidakpastian geopolitik, dan ekspektasi pelonggaran moneter membuat daya tarik Gold sebagai aset safe haven semakin meningkat.

Dengan sentimen tersebut, Gold masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi Eropa.

OILHarga Oil (CLS10) naik US$0,93 ke US$63,48 per barel pada perdagangan Rabu dan masih melanjutkan kenaikan hari ini. Pendorong utama berasal dari ancaman serangan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, yang ditujukan untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan terkait isu nuklir. Potensi eskalasi ini meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak Iran.

Di sisi lain, laporan mingguan EIA menunjukkan penurunan persediaan minyak, sementara peningkatan pasokan bensin masih berada di bawah ekspektasi pasar. Kombinasi faktor geopolitik dan data suplai tersebut memberikan sentimen positif bagi harga Oil.Sentimen ini berpotensi terus mendorong kenaikan Oil pada perdagangan sesi Eropa.

EURUSDEURUSD turun 867 poin atau 87,6 pip ke 1,19509 pada perdagangan Rabu. Penurunan dipicu oleh aksi profit taking setelah kenaikan tajam selama empat hari beruntun, serta dolar AS yang sempat rebound usai The Fed mempertahankan suku bunga.

Menjelang perdagangan sesi Eropa, EURUSD kembali menguat. Dolar AS kembali tertekan seiring menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, menyusul pernyataan dua pejabat The Fed yang masih dovish. Tekanan tambahan juga datang dari konfirmasi Presiden Trump bahwa kandidat pengganti Jerome Powell akan lebih dovish.

Sentimen tersebut berpotensi terus mendorong penguatan EURUSD pada perdagangan sesi Eropa.

GBPUSDGBPUSD turun 407 poin atau 40,7 pip ke 1,38002 pada perdagangan Rabu akibat aksi profit taking, di tengah rebound sementara dolar AS setelah keputusan suku bunga The Fed.

Namun menjelang perdagangan sesi Eropa, GBPUSD kembali menguat. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dua hingga tiga kali sepanjang tahun ini, serta konfirmasi Trump mengenai kandidat pengganti Powell yang lebih dovish, kembali memberikan tekanan pada dolar AS.

Dengan kondisi tersebut, GBPUSD berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi Eropa.

USDJPYUSDJPY melonjak 1.213 poin atau 121 pip ke 153,333 pada perdagangan Rabu. Kenaikan dipicu oleh rebound dolar AS pasca keputusan The Fed serta aksi short covering setelah penurunan tajam tiga hari beruntun.Namun, penguatan USDJPY masih tertahan oleh sentimen positif pada yen, yang didukung oleh potensi intervensi pasar valuta asing oleh pemerintah Jepang serta spekulasi intervensi gabungan AS–Jepang.

Menjelang perdagangan sesi Eropa, USDJPY kembali tertekan seiring melemahnya dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.

Sentimen tersebut berpotensi terus menekan USDJPY pada perdagangan sesi Eropa.

NASDAQNasdaq naik 158 indeks poin ke 26.267 pada perdagangan Rabu. Meski The Fed menahan suku bunga, sinyal dovish dari dua pejabat The Fed memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga dua hingga tiga kali sepanjang tahun ini. Konfirmasi Presiden Trump bahwa pengganti Jerome Powell akan lebih dovish turut mendukung sentimen positif.

Namun menjelang perdagangan sesi Eropa, Nasdaq mulai tertekan akibat potensi aksi profit taking, setelah mencatatkan kenaikan enam hari beruntun dan mencapai level tertinggi sejak Oktober 2025.

Aksi profit taking berpotensi berlanjut menekan Nasdaq pada perdagangan sesi Eropa.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close