panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Amerika

Gold Menguat, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik dan Arah The Fed

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

09 Februari 202616:52 WIB


Pasar keuangan global bergerak relatif stabil pada perdagangan Sesi Eropa Senin (9/2/2026). Tidak terdapat perubahan signifikan dari sisi fundamental, sehingga pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil mencermati perkembangan sentimen utama.

Tensi Amerika Serikat (AS)–Iran masih menjadi perhatian, dengan kedua negara mengisyaratkan perundingan lanjutan terkait nuklir yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Namun, ketidakpastian tetap tinggi setelah Iran melontarkan ancaman penembakan misil apabila Presiden AS Donald Trump memerintahkan aksi militer. Kondisi tersebut membuat pasar masih menimbang antara potensi eskalasi konflik dan peluang meredanya ketegangan apabila perundingan membuahkan hasil.

Di sisi lain, pasar juga masih memperkirakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sepanjang tahun ini. Ekspektasi saat ini mengarah pada pemangkasan pertama pada Juni, yang berpotensi diikuti pemangkasan lanjutan pada September, seiring dengan indikasi pelemahan pasar tenaga kerja AS. Meski demikian, pelaku pasar masih menanti rilis data ekonomi penting AS sepanjang pekan ini sebagai konfirmasi arah kebijakan moneter ke depan.

Kombinasi sentimen geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter tersebut masih berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan Sesi AS.

GOLD Harga Gold (XAUUSD) menguat US$81,36 atau 813 pip ke US$5.046,43 per troy ons pada perdagangan Sesi Eropa. Penguatan harga masih didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik AS–Iran, khususnya setelah Iran melontarkan ancaman terhadap AS apabila Presiden Trump memerintahkan serangan militer.

Namun demikian, kenaikan Gold relatif terbatas, mengingat kedua negara juga telah menyampaikan sinyal bahwa perundingan lanjutan akan tetap dilakukan, sehingga mengurangi probabilitas eskalasi konflik dalam waktu dekat.

Selain faktor geopolitik, Gold juga tetap mendapatkan dukungan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, yang diproyeksikan dimulai pada Juni dan berlanjut pada September, seiring melemahnya indikator pasar tenaga kerja AS.

Sentimen-sentimen tersebut masih berpotensi memberikan dorongan lanjutan bagi Gold pada perdagangan Sesi AS.

OIL Harga Oil (CLS10) turun US$0,87 ke US$62,62 per barel pada perdagangan Sesi Eropa. Tekanan harga masih berasal dari ketidakpastian tensi AS–Iran, dengan sentimen yang saling bertolak belakang.

Di satu sisi, ancaman aksi militer dari Iran membuka kembali risiko eskalasi konflik. Namun di sisi lain, sinyal bahwa perundingan nuklir akan berlanjut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dari Iran.

Sentimen yang berlawanan tersebut berpotensi membuat harga Oil bergerak volatil pada perdagangan Sesi AS.

EURUSDEURUSD menguat 571 poin atau 57 pip ke 1,18698 pada perdagangan Sesi Eropa. Penguatan terjadi seiring dolar AS yang terus tertekan, setelah indikasi pelemahan pasar tenaga kerja AS memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga secara lebih agresif sepanjang tahun ini.

Pada perdagangan Sesi AS, dolar AS masih berpotensi berada di bawah tekanan, sehingga EURUSD berpeluang melanjutkan penguatan.

GBPUSDGBPUSD bergerak volatil dalam rentang 1,35861–1,36287 sepanjang perdagangan Sesi Eropa. Pelemahan dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi faktor utama yang menopang GBPUSD.

Namun, di sisi lain, hasil keputusan Bank of England (BoE) juga tetap menjadi perhatian. BoE mempertahankan suku bunga, tetapi 4 dari 9 anggota BoE memilih untuk memangkas suku bunga, sehingga pasar mulai memproyeksikan potensi pelonggaran kebijakan BoE ke depan.

Sentimen yang berlawanan tersebut berpotensi terus membuat GBPUSD bergerak volatil pada perdagangan Sesi AS, dengan kecenderungan menguat selama dolar AS masih berada di bawah tekanan.

USDJPYUSDJPY turun 943 poin atau 94 pip ke 156,208 pada perdagangan Sesi Eropa. Pelemahan pasangan ini dipicu oleh kombinasi melemahnya dolar AS dan menguatnya Yen, meskipun hasil pemilu dini Jepang membuka peluang kebijakan fiskal yang lebih ekspansif.

Pasar menilai hasil pemilu dini, di mana partai Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengamankan dua pertiga kursi parlemen, sebagai perkembangan positif. Pelaku pasar melihat kondisi ini berpotensi mengurangi kebuntuan kebijakan dan meminimalkan ketidakpastian politik.

Sentimen tersebut berpotensi terus menekan USDJPY pada perdagangan Sesi AS.

NASDAQNasdaq menguat 239 indeks poin ke 25.345 pada perdagangan Sesi Eropa. Optimisme pasar terhadap revolusi AI masih menjadi sentimen utama, seiring peluncuran produk terbaru NVIDIA yang diklaim lebih cepat dan lebih efisien dibanding generasi sebelumnya, sehingga mendorong penguatan saham-saham teknologi dan berbasis AI.

Selain itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga The Fed turut menjadi faktor pendukung tambahan, menyusul indikasi pelemahan pasar tenaga kerja AS pada Januari.

Sentimen positif tersebut berpotensi terus mendorong kenaikan Nasdaq pada perdagangan Sesi AS.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close