panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Amerika

Data NFP AS Menjadi Fokus, Gold Terkoreksi

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

06 Maret 202617:27 WIB


Pasar bergerak relatif stabil selama perdagangan sesi Eropa Jumat (6/3/2026). Pelaku pasar saat ini cenderung menahan posisi menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) bulan Februari, yang diperkirakan akan menjadi indikator penting bagi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, konflik antara AS–Israel dan Iran masih terus berlangsung. Iran dilaporkan kembali melancarkan serangan misil dan drone ke wilayah Gulf, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak membuka peluang untuk negosiasi. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama.  

Sentimen-sentimen berikut berpotensi terus mempengaruhi pasar pada perdagangan sesi AS. Rilis data NFP AS perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:

  • Non farm payrolls (NFP) AS pukul 20:30 WIB; forecast 70.000 vs sebelumnya 130.000

GOLDHarga Gold (XAUUSD) terkoreksi dan diperdagangkan di sekitar US$5.100 per troy ons, setelah sebelumnya sempat naik menyentuh kisaran US$5.143,60 per troy ons pada perdagangan sesi Eropa.

Konflik antara AS–Israel dan Iran yang masih berlanjut tetap memberikan dukungan terhadap permintaan safe haven, sehingga menopang harga Gold. Namun, kenaikan masih terbatas menjelang rilis data NFP AS, yang berpotensi memicu volatilitas tinggi di pasar.

Menjelang data penting tersebut, pelaku pasar cenderung melakukan position adjustment, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Pada perdagangan sesi AS, data NFP diperkirakan menjadi penentu utama arah pergerakan Gold. Jika data aktual berada di bawah forecast, Gold berpotensi mendapatkan dorongan naik.

OIL Harga Oil (CLS10) melonjak US$5,98 ke US$84,85 per barel pada perdagangan sesi Eropa. Lonjakan harga dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan Iran terhadap fasilitas energi meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Selain itu, laporan mengenai serangan misil dan drone Iran di wilayah Gulf semakin memperkuat risiko supply disruption.

Pernyataan Iran yang menegaskan tidak membuka peluang negosiasi juga meningkatkan ketidakpastian geopolitik, yang turut mendukung kenaikan harga Oil.

Sentimen tersebut berpotensi terus mendorong harga Oil pada perdagangan sesi AS.

EURUSDEURUSD turun 299 poin atau 29,9 pip ke 1,15709 pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan berasal dari penguatan dolar AS, yang kembali mendapatkan dukungan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menegaskan tidak membuka peluang negosiasi dengan pihak Barat.

Namun pada sesi AS, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data NFP AS. Jika data aktual berada di bawah forecast, EURUSD berpotensi mendapatkan dorongan naik.

GBPUSDGBPUSD juga turun 338 poin atau 33,8 pip ke 1,33168 pada perdagangan sesi Eropa. Penguatan dolar AS yang dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik kembali memberikan tekanan pada pasangan mata uang ini, terutama setelah Iran menegaskan sikapnya untuk tidak membuka peluang negosiasi.

Pada sesi AS, rilis data NFP AS akan menjadi faktor penentu pergerakan selanjutnya. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, GBPUSD berpotensi mendapatkan dorongan naik.

USDJPYUSDJPY naik 422 poin atau 42 pip ke 157,893 pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan didorong oleh penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Di sisi lain, yen juga masih berada di bawah tekanan setelah munculnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat.

Pada sesi AS, data NFP AS akan menjadi penentu arah pergerakan harga berikutnya. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, USDJPY berpotensi mendapatkan tekanan.

NASDAQNasdaq berbalik arah turun 129 indeks poin ke 24.881 pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menegaskan tidak membuka peluang negosiasi, yang mendorong investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Pada sesi AS, selain faktor geopolitik, perhatian pasar juga akan tertuju pada data NFP AS. Jika data aktual berada di bawah forecast, yang membuka peluang kebijakan moneter lebih longgar dari The Fed, Nasdaq berpotensi mendapatkan dorongan naik.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close