panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Eropa

Tensi AS-Iran Berpotensi Mereda, Gold Naik

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

31 Maret 202612:49 WIB


Volatilitas tinggi kembali melanda pasar pada perdagangan Selasa (31/3/2026). Perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran terus menjadi perhatian pelaku pasar saat ini. Laporan terbaru menyebutkan Iran melakukan serangan terhadap kapal tanker Kuwait saat berlabuh di pelabuhan Dubai.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginannya untuk mengakhiri kampanye militer AS melawan Iran, bahkan jika Selat Hormuz tetap ditutup sebagian besar. Namun, Presiden Trump juga sempat melontarkan ancaman penyerangan terhadap infrastruktur energi Iran apabila Selat Hormuz tidak dibuka. Hal ini menciptakan sentimen bercampur terkait konflik AS-Iran, dengan pelaku pasar mulai mempertimbangkan potensi meredanya tensi.

Di luar faktor geopolitik, Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyatakan bahwa ekspektasi jangka panjang inflasi AS akan tetap dipantau, meskipun ketidakpastian di Timur Tengah masih tinggi. Bank sentral juga akan mempertimbangkan dampak konflik Iran terhadap ekonomi dalam menentukan kebijakan ke depan.

Perkembangan konflik tersebut berpotensi terus mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi Eropa. Rilis data ekonomi penting juga perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:

  • Inflasi zona euro (year-on-year/Mar) pukul 16:00 WIB; forecast 2,7% vs 1,9%

  • Inflasi inti zona euro (year-on-year/Mar) pukul 16:00 WIB; forecast 2,6% vs sebelumnya 2,4%

GOLDHarga Gold (XAUUSD) naik tipis US$18,26 atau 182 pip ke US$4.510,88 per troy ons, setelah bergerak sangat volatil pada perdagangan Senin, dan masih melanjutkan kenaikan hari ini. Aksi buy on dip menjadi pendorong kenaikan sebelumnya, namun pergerakan masih tertahan oleh konflik AS-Iran yang berlanjut, dengan juru bicara Perdana Menteri Iran yang menegaskan tidak adanya negosiasi langsung antara AS dan Iran.

Sementara itu, kenaikan hari ini didukung oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin mengakhiri kampanye militer AS melawan Iran, meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka. Hal ini membuat pelaku pasar mulai mempertimbangkan potensi meredanya tensi. Namun, sentimen masih bercampur, mengingat Iran sebelumnya melakukan serangan terhadap kapal tanker Kuwait, serta adanya ancaman dari Presiden Trump terkait infrastruktur energi Iran.

Sentimen yang bercampur berpotensi membuat Gold bergerak volatil pada perdagangan sesi Eropa, dengan kecenderungan menguat.

OILHarga Oil (CLS10) naik $3,83 ke $104,95 per barel, mencatatkan kenaikan empat hari beruntun pada perdagangan Senin. Kenaikan didorong oleh laporan serangan terhadap kapal tanker minyak Kuwait oleh Iran saat berlabuh di pelabuhan Dubai. Selain itu, konflik AS-Iran yang terus berlanjut juga menjadi faktor pendorong tambahan.

Menjelang perdagangan sesi Eropa, Oil mengalami tekanan. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin mengakhiri kampanye militer, meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka. Namun, sentimen tetap bercampur, mengingat adanya serangan Iran serta ancaman lanjutan dari AS.

Pada perdagangan sesi Eropa, sentimen berlawanan tersebut berpotensi membuat Oil bergerak volatil, dengan kecenderungan melemah.

EURUSDEURUSD anjlok 485 poin atau 48 pip ke 1,14584, mencatatkan penurunan lima hari beruntun pada perdagangan Senin. Tekanan berasal dari penguatan dolar AS seiring konflik AS-Iran yang masih berlanjut.

Menjelang perdagangan sesi Eropa, EURUSD naik. Kenaikan didorong oleh dolar AS yang melemah, seiring pelaku pasar mulai mempertimbangkan potensi meredanya tensi AS-Iran.

Pada perdagangan sesi Eropa, rilis data inflasi zona euro perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih tinggi dari forecast, EURUSD berpotensi mendapatkan dorongan naik.

GBPUSDGBPUSD juga anjlok 772 poin atau 77 pip ke 1,31764, mencatatkan penurunan lima hari beruntun pada perdagangan Senin. Tekanan berasal dari penguatan dolar AS akibat konflik AS-Iran yang terus berlanjut.

Menjelang perdagangan sesi Eropa, GBPUSD naik. Kenaikan didorong oleh pelemahan dolar AS seiring potensi meredanya tensi konflik. Hal ini berpotensi terus mendorong GBPUSD pada perdagangan sesi Eropa.

USDJPYUSDJPY turun 558 poin atau 55,8 pip ke 159,656 pada perdagangan Senin dan masih mencoba melanjutkan penurunan hari ini. Intervensi pasar valuta asing oleh pemerintah Jepang memberikan sentimen positif bagi yen, sehingga menekan pasangan mata uang ini. Di sisi lain, dolar AS juga mulai melemah akibat potensi meredanya tensi AS-Iran.

Pada perdagangan sesi Eropa, USDJPY berpotensi tetap berada di bawah tekanan dari sentimen tersebut.

NASDAQNasdaq berbalik arah turun 148 indeks poin ke 23.104 pada perdagangan Senin. Konflik AS-Iran yang berlanjut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga memberikan tekanan pada indeks.

Menjelang perdagangan sesi Eropa, Nasdaq naik. Kenaikan didorong oleh potensi meredanya tensi AS-Iran setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump. Hal ini berpotensi berlanjut mendorong Nasdaq pada perdagangan sesi Eropa.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close