panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Amerika

Iran Melakukan Serangan Pada Israel, Gold Terkoreksi

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

31 Maret 202617:59 WIB


Pasar bergerak cukup stabil selama perdagangan sesi Eropa Selasa (31/3/2026). Berita terbaru berasal dari Iran yang melakukan serangan dengan menembakkan tiga misil ke wilayah pusat Israel. Hal ini membuka peluang konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran untuk terus berlanjut.

Di sisi lain, pelaku pasar masih mempertimbangkan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan keinginannya untuk mengakhiri kampanye militer AS melawan Iran, bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup sebagian besar.

Sentimen-sentimen tersebut berpotensi terus mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi AS. Rilis data ekonomi penting juga perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:

  • Sentimen konsumen AS (Mar) pukul 21:00 WIB; forecast 86 vs sebelumnya 91,2

GOLDHarga Gold (XAUUSD) terkoreksi setelah sempat naik US$108,35 atau 1.083 pip ke US$4.619,32 per troy ons pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan sebelumnya didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang ingin mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran, meskipun Selat Hormuz masih tertutup sebagian besar.

Namun, tekanan muncul seiring laporan terbaru bahwa Iran melakukan serangan terhadap wilayah pusat Israel.

Sentimen-sentimen tersebut berpotensi terus mempengaruhi pergerakan harga pada perdagangan sesi AS. Selain itu, rilis data sentimen konsumen AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, yang mengindikasikan memburuknya sentimen konsumen AS, Gold berpotensi mendapatkan dorongan tambahan.

OILHarga Oil (CLS10) memangkas penurunan setelah sempat turun menyentuh $100,84 per barel pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan kembali didorong oleh laporan yang menyebutkan Iran melakukan serangan terhadap Israel, sehingga membuka kembali peluang eskalasi konflik antara AS bersama Israel dengan Iran.

Sentimen tersebut berpotensi terus mendorong kenaikan Oil pada perdagangan sesi AS.

EURUSDEURUSD terkoreksi setelah sempat naik menyentuh 1,14910 pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan berasal dari data inflasi inti zona euro yang lebih rendah dari forecast, yang mengindikasikan adanya perlambatan ekonomi. Di sisi lain, dolar AS juga mulai menguat kembali seiring meningkatnya peluang konflik AS-Iran berlanjut.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data ekonomi penting AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, EURUSD berpotensi mendapatkan dorongan naik.

GBPUSDGBPUSD sedikit terkoreksi setelah sempat naik menyentuh 1,32238 pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan mulai muncul dari dolar AS yang mencoba menguat seiring laporan serangan Iran terhadap Israel.

Tanpa rilis data ekonomi penting dari Inggris, pergerakan dolar AS masih akan mendominasi pada perdagangan sesi AS. Namun, rilis data ekonomi AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, GBPUSD berpotensi mendapatkan dorongan naik.

USDJPYUSDJPY terkoreksi setelah sempat naik menyentuh 159,971 pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan sebelumnya didorong oleh dolar AS yang mencoba menguat, namun masih tertahan oleh yen yang mendapatkan sentimen positif dari potensi intervensi pasar valuta asing oleh pemerintah Jepang.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data ekonomi AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, USDJPY berpotensi mendapatkan tekanan.

NASDAQNasdaq sedikit terkoreksi setelah sempat naik menyentuh 23.404 pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan sebelumnya didorong oleh potensi meredanya tensi AS-Iran setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump. Namun, tekanan kembali muncul akibat serangan yang dilakukan Iran terhadap Israel.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data sentimen konsumen AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, Nasdaq berpotensi mendapatkan dorongan naik.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close