panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Amerika

Potensi Berakhirnya Perang Semakin Terbuka, Gold Naik

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

01 April 202617:38 WIB


Pasar bergerak volatil selama perdagangan sesi Eropa Rabu (1/4/2026). Berita terbaru berasal dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman eksistensial bagi Israel. Pernyataan ini semakin memperkuat potensi berakhirnya konflik antara Amerika Serikat (AS) bersama Israel dengan Iran.

Pelaku pasar juga masih mempertimbangkan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan penarikan pasukan AS dari Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan, serta keinginannya untuk mengakhiri perang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyatakan keterbukaannya terhadap hal tersebut.

Sentimen-sentimen ini berpotensi tetap menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan sesi AS. Selain itu, rilis data ekonomi penting juga perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:

  • Data tenaga kerja AS versi ADP (Mar) pukul 19:15 WIB; forecast 40.000 vs sebelumnya 63.000

  • PMI manufaktur AS versi ISM (Mar) pukul 21:00 WIB; forecast 52 vs sebelumnya 52,4

GOLDHarga Gold (XAUUSD) naik US$80,56 atau 805 pip ke US$4.747,62 per troy ons pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan didorong oleh semakin terbukanya peluang berakhirnya perang antara AS dan Israel dengan Iran, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman eksistensial bagi Israel.

Sentimen juga diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan keinginan mengakhiri perang dan menarik pasukan AS dari Iran dalam waktu dekat, serta pernyataan Presiden Iran yang menunjukkan sikap serupa.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data tenaga kerja AS versi ADP perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, yang mengindikasikan pelemahan pasar tenaga kerja AS, Gold berpotensi melanjutkan kenaikan.

OILHarga Oil (CLS10) memangkas penurunan setelah sempat turun menyentuh $96,50 per barel pada perdagangan sesi Eropa. Tekanan berasal dari meningkatnya peluang berakhirnya konflik. Namun, penurunan masih terbatas karena belum adanya kepastian terkait pembukaan Selat Hormuz, terutama dengan pernyataan AS yang bersedia mengakhiri perang meskipun selat belum sepenuhnya dibuka.

Pada perdagangan sesi AS, sentimen potensi berakhirnya perang masih berpotensi menekan Oil, meskipun dengan tekanan yang terbatas.

EURUSDEURUSD melesat naik 601 poin atau 60 pip ke 1,16107 pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan didorong oleh pelemahan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi berakhirnya konflik geopolitik.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data pasar tenaga kerja AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, EURUSD berpotensi melanjutkan kenaikan.

GBPUSDGBPUSD juga melesat naik 924 poin atau 92 pip ke 1,33122 pada perdagangan sesi Eropa. Pelemahan dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi berakhirnya konflik menjadi pendorong utama kenaikan pasangan mata uang ini.

Rilis data pasar tenaga kerja AS perlu diperhatikan pada perdagangan sesi AS. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, GBPUSD berpotensi melanjutkan kenaikan.

USDJPYUSDJPY bergerak volatil dalam rentang harga 158,272–150,009 selama perdagangan sesi Eropa. Secara umum, dolar AS mendapatkan tekanan akibat meningkatnya ekspektasi berakhirnya konflik, yang menjadi sentimen negatif bagi pasangan ini.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data pasar tenaga kerja AS berpotensi menjadi penggerak utama. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, USDJPY berpotensi mengalami tekanan lanjutan.

NASDAQNasdaq naik 274 indeks poin ke 24.178 pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi berakhirnya konflik geopolitik.

Pada perdagangan sesi AS, rilis data pasar tenaga kerja AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, Nasdaq berpotensi melanjutkan kenaikan.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close