Detail Berita
Iran Menentang Blokade Selat Hormuz, Gold Berpotensi Tertekan
13 April 2026 • 17:54 WIB
Pasar masih bergerak volatil selama perdagangan sesi Eropa Senin (13/4/2026). Laporan terbaru berasal dari Iran yang menentang rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melakukan blokade terhadap kapal tanker yang keluar maupun masuk Selat Hormuz, yang dijadwalkan akan dimulai pukul 21:00 WIB. Iran menilai langkah tersebut sebagai tindakan ilegal.
Selain itu, Iran juga mengancam akan menyerang pelabuhan di wilayah Persian Gulf dan Laut Oman jika keamanan pelabuhan mereka terancam. Hal ini semakin meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran.
Sentimen-sentimen tersebut berpotensi terus mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi AS. Rilis data ekonomi penting AS juga perlu diperhatikan. Berikut data Trading Central:
Existing home sales AS (Mar) pukul 21:00 WIB; forecast 4,01M vs sebelumnya 4,09M
GOLDHarga Gold (XAUUSD) memangkas penurunan pada perdagangan sesi Eropa, setelah sempat anjlok US$103,75 atau 1.037 pip ke US$4.644,37 per troy ons hari ini. Sentimen negatif masih membayangi pergerakan Gold. Iran secara tegas menentang rencana blokade Selat Hormuz oleh Presiden AS Donald Trump, yang dijadwalkan pada pukul 21:00 WIB, dengan menyebutnya sebagai tindakan ilegal.
Iran juga mengancam akan menyerang pelabuhan di wilayah Persian Gulf dan Laut Oman jika keamanan mereka terancam. Faktor-faktor ini semakin meningkatkan tensi antara AS dan Iran.
Pada perdagangan sesi AS, sentimen tersebut masih berpotensi mempengaruhi pergerakan harga. Rilis data ekonomi penting AS juga perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, yang mengindikasikan perlambatan ekonomi AS, Gold berpotensi mendapatkan dorongan naik.
OILHarga Oil (CLS10) melesat naik $9,98 ke $105,61 per barel pada perdagangan sesi Eropa. Kenaikan didorong oleh rencana Presiden AS Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz mulai pukul 21:00 WIB. Namun, Iran menentang langkah tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan ilegal, serta mengancam akan menyerang pelabuhan di wilayah Persian Gulf dan Laut Oman.
Sentimen-sentimen tersebut masih berpotensi mendorong kenaikan Oil pada perdagangan sesi AS, dengan perhatian pasar tertuju pada implementasi blokade tersebut.
EURUSDEURUSD memangkas penurunan pada perdagangan sesi Eropa, setelah sempat anjlok 589 poin atau 58,9 pip ke 1,16638 hari ini. Secara fundamental, sentimen negatif masih membayangi, dengan dolar AS berpotensi menguat seiring meningkatnya tensi AS-Iran setelah Iran menentang blokade Selat Hormuz dan melontarkan ancaman serangan.
Pada perdagangan sesi AS, rilis data ekonomi penting AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, EURUSD berpotensi mendapatkan dorongan naik.
GBPUSDGBPUSD juga memangkas penurunan pada perdagangan sesi Eropa, setelah sempat anjlok 725 poin atau 72 pip ke 1,33805 hari ini. Sama seperti EURUSD, sentimen negatif masih membayangi, dengan potensi penguatan dolar AS akibat meningkatnya tensi AS-Iran.
Pada perdagangan sesi AS, sentimen tersebut masih berpotensi mempengaruhi pergerakan harga. Namun, rilis data ekonomi penting AS juga perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, GBPUSD berpotensi mendapatkan dorongan naik.
USDJPYUSDJPY melonjak naik 627 poin atau 62,7 pip ke 159,223 pada perdagangan sesi Eropa. Penguatan dolar AS akibat meningkatnya tensi AS-Iran menjadi pendorong utama kenaikan. Di sisi lain, yen masih tertekan akibat ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Bank of Japan (BoJ).
Pada perdagangan sesi AS, rilis data ekonomi penting AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, USDJPY berpotensi mengalami tekanan.
NASDAQNasdaq juga memangkas penurunan setelah sempat anjlok 408 indeks poin ke 24.923 hari ini. Sentimen negatif masih membayangi indeks seiring meningkatnya tensi AS-Iran akibat penolakan Iran terhadap rencana blokade Selat Hormuz oleh AS.
Pada perdagangan sesi AS, rilis data ekonomi penting AS perlu diperhatikan. Jika data aktual lebih rendah dari forecast, Nasdaq berpotensi mendapatkan dorongan naik.
Berita Terkait
USDJPY Tetap Bullish, Buyer Pertahankan Dominasi Pasar
USDJPY masih menunjukkan kekuatan tren naik meskipun sempat mengalami fase koreksi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Tekanan jual yang muncul
•

Tekanan Bearish Belum Mereda, Nasdaq Mengincar Support 28.90...
Nasdaq masih menunjukkan kecenderungan melemah setelah gagal membangun momentum pemulihan yang cukup kuat untuk membalikkan arah tren. Tekanan jual ya
•

GBPUSD Kehilangan Momentum, Tekanan Bearish Semakin Menguat
GBPUSD mulai menunjukkan perubahan sentimen ke arah bearish setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan yang sebelumnya mendukung tren naik. Tekana
•

EURUSD Kehilangan Momentum, Risiko Penurunan Semakin Besar
EURUSD mulai kehilangan tenaga setelah gagal mempertahankan struktur kenaikan yang sebelumnya mendominasi pergerakan pasar. Tekanan jual yang muncul d
•
