Detail Berita
Pasar Tunggu Kejelasan AS-Iran, Gold Berpotensi Balik Turun
16 April 2026 • 17:37 WIB
Volatilitas di pasar finansial khususnya forex kembali meningkat pada awal perdagangan sesi Eropa Kamis (16/4/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya tertekan berbalik menguat. Hal ini mengindikasikan pelaku pasar masih menanti kelanjutan hubungan AS-Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan perang dengan Iran “akan segera berakhir” dan perundingan lanjutan kemungkinan akan dilakukan lagi pada pekan ini.
Selain perkembangan tersebut, rilis data ekonomi juga akan mempengaruhi pergerakan pasar, berikut data dari Trading Central:
Klaim tunjangan pengangguran mingguan AS (April/11) pukul 19:30 WIB; forecast 216K vs sebelumnya 219K.
GOLD Harga Gold (XAUUSD) memangkas kenaikan setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi harian US$4.838,21 per troy ons. Terpangkasnya kenaikan Gold mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati terkait prospek berakhirnya perang AS-Iran.
Sejauh ini, jika konflik kembali tereskalasi yang menyebabkan harga Oil meninggi, maka Gold akan tertekan. Sebab, ketika harga Oil tinggi maka inflasi di AS berpotensi terus menanjak yang bisa menjadi pertimbangan The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga.
Rilis data klaim tunjangan pengangguran AS juga akan mempengaruhi pergerakan Gold. Jika dirilis lebih rendah dari forecast di Trading Central, yaitu 216.000 orang, tekanan bagi Gold berpotensi meningkat.
OIL Harga Oil naik pada awal perdagangan sesi Eropa, menyentuh level tertinggi harian US$92,98 per barel. Dibandingkan penutupan perdagangan Rabu Oil naik US$1,6.
Oil naik setelah mengalami tekanan besar dalam 2 hari terakhir, mengindikasikan pelaku pasar masih berhati-hati terkait perundingan damai AS-Iran. Hal ini membuat Oil masih akan volatil, dan ada potensi naik selama belum ada kabar baik lebih lanjut.
EURUSD EURUSD berbalik turun ke 1,17749 pada awal perdagangan sesi Eropa setelah sebelumnya sempat naik ke 1,18238. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 27 Februari.
Seperti disebutkan sebelumnya, pelaku pasar masih berhati-hati terkait prospek perundingan damai AS-Iran. EURUSD yang berada di level tinggi akhirnya diterpa profit taking sehingga berbalik turun. Ada potensi aksi profit taking akan berlanjut pada perdagangan sesi AS terutama jika data klaim tunjangan pengangguran AS dirilis lebih rendah dari forecast.
GBPUSDSama dengan EURUSD, pasangan mata uang ini juga berbalik turun ke 1,35317 pada awal perdagangan sesi Eropa setelah sempat naik ke level tertinggi 2 bulan di 1,35944. GBPUSD berbalik turun meski data dari Inggris menunjukkan pertumbuhan ekonomi (Gross Domestic Product/GDP) pada periode Februari dilaporkan 0,5% month-on-month (MoM), jauh lebih tinggi ketimbang forecast di Trading Central dan pertumbuhan bulan sebelumnya 0,1%.
Rilis GDP yang lebih tinggi dari forecast memperkuat ekspektasi Bank of England (BoE) kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Hal tersebut memberikan sentimen positif ke GBPUSD sebelum diterpa profit taking dan berbalik arah.
Pada perdagangan sesi AS, ada potensi aksi profit taking masih akan berlanjut.
USDJPY USDJPY berbalik naik ke 159,065 pada awal perdagangan sesi Eropa setelah sebelumnya turun ke 158,263. Pergerakan tersebut menunjukkan yen masih cukup lemah akibat stimulus fiskal jumbo yang digelontorkan pemerintah Jepang.
Stimulus tersebut membuat mata uang yen yang beredar lebih banyak, sehingga nilai tukarnya melemah. Di sisi lain, dolar AS kembali kuat sebab pelaku pasar masih berhati-hati terkait prospek damai AS-Iran. Jika data klaim tunjangan pengangguran AS nanti dirilis lebih rendah dari forecast, USDJPY berpotensi mendapat tambahan sentimen positif.
NASDAQNasdaq belum banyak bergerak dan masih berada di dekat rekor tertinggi sepanjang masa 26.485. Melihat dolar AS yang kembali perkasa akibat kehati-hatian pelaku pasar, ada potensi Nasdaq akan diterpa aksi profit taking sehingga tertekan pada perdagangan sesi AS.
Berita Terkait
Aktual Sentimen Konsumen AS 48,2 vs Forecast 50; Gold Volati...
Amerika Serikat kembali merilis data ekonomi penting, yaitu Sentimen Konsumen, yang tercatat sebesar 48,2. Angka ini lebih rendah dibandingkan perkira
•

Seller Kuasai USDJPY, Peluang Penurunan Masih Terbuka
USDJPY mulai menunjukkan tekanan jual yang semakin kuat setelah berhasil keluar dari fase sideways yang sebelumnya dibatasi oleh area support dan resi
•

Aktual Non Farm Payroll (NFP) AS 115K vs Forecast 95K; Gold...
Amerika Serikat kembali menjadi sorotan pasar setelah merilis data Non-Farm Payroll (NFP) sebesar 115K. Angka tersebut memang lebih baik dibandingkan
•

Nasdaq Masih Bullish, Buyer Terus Dominasi Pasar
Nasdaq masih didominasi buyer pada time frame 1 jam dengan pergerakan harga yang bertahan dekat resistance kunci. Struktur pasar yang membentuk pola h
•
