panahkanan

Detail Berita

image
compass
Macro Overview
Sesi Amerika

Probabilitas Pemangkasan Suku Bunga The Fed Hanya 3%, Gold Tertekan

Gold
Oil
EURUSD
GBPUSD
USDJPY
Nasdaq

13 Mei 202617:14 WIB


Dolar Amerika Serikat (AS) masih perkasa hingga awal perdagangan sesi Eropa Rabu (13/5/2026) pasca rilis data inflasi (consumer price index/CPI) kemarin. Inflasi AS pada April dilaporkan tumbuh lebih tinggi dari forecast dan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Rilis tersebut membuat pasar melihat peluang penurunan suku bunga The Fed pada tahun ini semakin kecil. Sentimen tersebut masih akan mempengaruhi pergerakan pasar pada perdagangan sesi AS, selain juga rilis data ekonomi. Berikut data dari Trading Central: 

  • Inflasi produsen (PPI) AS (April/year-on-year) pukul 19:30 WIB; forecast 4,7% vs sebelumnya 4%. 

  • Stok Oil mingguan AS (Mei/08) pukul 21:00 WIB; forecast -2 juta barel vs sebelumnya -2,3 juta barel.

GOLDHarga Gold (XAUUSD) turun hingga awal perdagangan sesi Eropa, menyentuh level terendah harian US$4.685,99 per troy ons. Dibandingkan penutupan perdagangan Selasa Gold turun hampir US$29 (290 pip). Gold tertekan akibat meredupnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun ini. 

Berdasarkan data dari perangkat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar melihat probabilitas pemangkasan suku bunga hanya sebesar 3%, turun jauh dari bulan lalu yang masih di kisaran 27%. 

Melihat hal itu, tekanan bagi Gold berpotensi bertambah jika data PPI AS malam ini dirilis lebih tinggi dari forecast. Sebab, jika PPI meningkat, ke depannya berpotensi mendorong kenaikan CPI.

OIL Harga Oil (CLS10) memangkas penurunan pada awal perdagangan sesi Eropa, setelah sebelumnya sempat turun ke US$100,54 per barel. Pergerakan tersebut menunjukkan Oil masih mendapat dorongan dari memanasnya hubungan AS-Iran. 

Seperti diketahui Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian dari Iran. Trump bahkan menyebut perundingan kedua negara di ambang kegagalan yang berpotensi memicu konflik militer lanjutan. Oil bisa mendapat tambahan sentimen positif jika data stok Oil Amerika Serikat dilaporkan berkurang lebih besar dari forecast.

EURUSDEURUSD turun cukup tajam hingga awal perdagangan sesi Eropa dan nyaris menembus ke bawah 1,17000. Dibandingkan penutupan perdagangan Selasa, EURUSD turun lebih dari 400 poin (40 pip). 

Data yang dirilis dari zona euro menunjukkan produksi industri pada April dilaporkan tumbuh 0,2% month-on-month (MoM) lebih rendah dari forecast di Trading Central 0,5% dan masih sama dengan pertumbuhan bulan sebelumnya. Data ini memberikan sentimen negatif tambahan bagi EURUSD yang masih tertekan oleh penguatan dolar AS. 

Tekanan akan semakin besar jika data PPI Amerika Serikat malam ini dirilis lebih tinggi dari forecast. 

GBPUSDGBPUSD berbalik turun ke 1,35065 pada awal perdagangan sesi Eropa setelah sebelumnya naik ke 1,35508. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan bagi GBPUSD masih besar, tidak hanya dari dolar AS, tetapi ada juga situasi politik di Inggris yang kurang kondusif. Sebabnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sedang didesak mundur akibat kekalahan Partai Buruh pada Pemilu di beberapa wilayah. 

Sentimen-sentimen tersebut masih berpotensi menekan GBPUSD pada perdagangan sesi AS. 

USDJPY USDJPY kembali naik hingga awal perdagangan sesi Eropa setelah sebelumnya mencatat kenaikan dua hari beruntun. Dolar AS yang perkasa pasca rilis data inflasi membuat USDJPY menyentuh level tertinggi harian 157,894. 

Jika data inflasi produsen AS malam ini dirilis lebih tinggi dari forecast, USDJPY berpotensi mendapat tambahan sentimen positif. 

NASDAQNasdaq naik hingga awal perdagangan sesi Eropa, menyentuh level tertinggi harian 29.445 dan membalikkan penurunan Selasa kemarin. Rencana kunjungan Presiden Trump bersama para CEO perusahaan teknologi besar AS ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping memberikan sentimen positif bagi Nasdaq.

Ada harapan pertemuan tersebut akan membuat bisnis perusahaan menjadi lebih baik sehingga memberikan sentimen positif ke Nasdaq.

Dapatkan update mengenai promo, trading tools, dan berita terbaru dari MIFX

warn

close